Industri Berbasis Ilmu Pengetahuan Dibutuhkan RI untuk Bersaing Global

Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menyatakan bahwa Indonesia perlu mengembangkan industri berbasis sains dan teknologi agar tetap bersaing di pasar global.

“Jika kita meningkatkan industri tanpa (maju juga) di bidang sains, industri tersebut akan tertinggal,” ujar wakil menteri tersebut dalam Workshop Indonesia-Jepang tentang Energi Baru dan Teknologi Industri di Jakarta, Selasa.

Dia menekankan bahwa industri, sains, dan teknologi tidak terpisahkan, sehingga kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memperkuat ekosistem sains dan industri nasional.

“Jika kita memajukan sains tanpa memperhatikan industri, berarti penerapan pendekatan ilmiah itu tidak akan berkembang secara besar-besaran,” tambahnya.

Pemerintah mendorong upaya kolaboratif untuk memajukan dunia sains dan industri, katanya. Christie mencontohkan salah satu kolaborasi dalam ekosistem penelitian antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan Organisasi Pengembangan Teknologi Industri dan Energi Baru Jepang (NEDO).

Menurut dia, penelitian menjadi tulang punggung industri dengan mengidentifikasi kebutuhan pasar dan memandu pengembangan ekosistem sains yang mampu memenuhi permintaan tersebut.

“Penelitian dan industri harus terintegrasi untuk membangun industri berbasis teknologi dan sains,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif NEDO, Kikuo Kishimoto, menegaskan kembali dukungan lembaganya terhadap upaya Indonesia dalam pengembangan sains dan industri.

Dia mengatakan pertumbuhan industri harus menjawab tantangan sosial seperti energi, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Penelitian dan Pengembangan harus berkontribusi untuk itu. Kami berpikir tentang pengembangan baru, bersama Indonesia. Kami berharap tidak hanya melakukan penelitian dan pengembangan, tetapi juga memikirkan masa depan, menciptakan dunia yang lebih baik,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, kementerian bertujuan untuk memfasilitasi pendirian lima hingga enam industri baru berbasis teknologi maju.

MEMBACA  Rute Moskow-Denpasar Akan Ditambah, Dukung Pertumbuhan Pariwisata dan Ekonomi Bali (Penambahan penerbangan ini diharapkan mampu memperkuat sektor pariwisata serta perekonomian di Pulau Dewata.)

Direktur Jenderal Penelitian dan Pengembangan Fauzan Adziman sebelumnya menyebutkan bahwa Indonesia memiliki banyak usaha skala kecil yang belum tumbuh optimal karena keterbatasan teknologi.

Salah satu sektor dengan potensi pengembangan kuat, tambahnya, adalah pembangkit listrik dari limbah menjadi energi.

Berita terkait: Kementerian dukung riset untuk pacu industri medis nasional

Berita terkait: Taman sains herbal bisa dikaitkan dengan kebutuhan industri: Menteri

Berita terkait: Indonesia harus tentukan perannya dalam kompetisi global

Penerjemah: Sean Filo Muhamad, Mecca Yumna
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026