Indonesia Upayakan Jalur Aman untuk Kapal Tanker Pertamina di Hormuz

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan sedang menjaga dialog dengan otoritas Iran untuk memastikan keselamatan dua kapal tanker minyak Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz, di tengah perang yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Santo Darmosumarto, Direktur Jenderal Urusan Asia Pasifik dan Afrika kementerian tersebut, mengatakan situasi yang tidak stabil di kawasan itu mendorong Indonesia untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah Iran.

“Mengenai kapal tanker Pertamina, hal ini sedang ditindaklanjuti oleh rekan-rekan di Kedutaan Besar Indonesia di Teheran karena dialog harus dilakukan dengan otoritas Iran,” kata Santo dalam briefing media di Jakarta pada Jumat.

Dia menyebutkan bahwa keterlibatan diplomatik dan koordinasi terus berlangsung dengan pemangku kepentingan terkait di Iran untuk melindungi kepentingan Indonesia serta keamanan kapal-kapal yang beroperasi di jalur air strategis tersebut.

Menurut Santo, pemerintah berupaya memastikan bahwa kapal tanker Pertamina yang terdampak ketegangan pada akhirnya dapat “melewati Selat Hormuz dengan selamat.”

Dia mengakui bahwa konflik yang berkembang di Timur Tengah dapat memiliki dampak besar bagi Indonesia, dengan mencatat bahwa beberapa negara di kawasan tersebut merupakan mitra dagang penting bagi ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini.

Sebagai hasilnya, kementerian luar negeri tidak hanya memperkuat koordinasi untuk melindungi warga negara Indonesia di kawasan, tetapi juga mengintensifkan konsultasi dengan pihak-pihak terkait untuk menilai dampak ekonomi dan geopolitik potensial bagi Indonesia.

Sebelumnya pada Rabu (4 Maret), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah sedang melakukan negosiasi untuk mengamankan pembebasan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di Selat Hormuz.

“Ada dua kapal kargo milik Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz. Kapal-kapal saat ini bersandar sambil mencari lokasi yang lebih aman seiring kami melanjutkan negosiasi,” ujar Bahlil usai menghadiri buka puasa bersama di Kementerian ESDM di Jakarta.

MEMBACA  Pentingnya Meningkatkan SDM untuk Meningkatkan Peluang

Bahlil menambahkan bahwa situasi yang melibatkan kapal tanker tersebut tidak akan mengganggu keamanan energi Indonesia, karena pemerintah sedang mencari pasokan energi alternatif dari Amerika Serikat.

Pertamina juga telah mengkonfirmasi bahwa para awak kapal di atas kapal tetap aman meskipun terjadi permusuhan berkelanjutan di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Berita terkait: Indonesia upayakan pembebasan dua kapal Pertamina di Selat Hormuz

Berita terkait: Indonesia tidak akan naikkan harga BBM subsidi meski harga minyak dunia melonjak

Penerjemah: Nabil Ihsan, Resinta Sulistiyandari
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar