Indonesia, UE, dan Kanada Luncurkan Kemitraan Pendidikan Lima Tahun

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia meluncurkan kemitraan trilateral dengan Universitas McGill dari Kanada dan Uni Emirat Arab pada Jumat. Kemitraan ini bertujuan meningkatkan mutu guru, sistem sekolah, dan diplomasi pendidikan melalui program lima tahun.

Didukung oleh hibah transformatif dari Khalifa Bin Zayed Al Nahyan Foundation UEA ke McGill, inisiatif ini berujuan mempercepat pengembangan profesional para pendidik dan memperluas akses pendidikan inklusif serta berkualitas tinggi di seluruh Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyatakan kolaborasi ini dirancang untuk memperkuat kompetensi guru, kapasitas kepemimpinan, dan sistem pendukung pendidikan. Hal ini diharapkan dapat mewujudkan pembelajaran berkelanjutan dan berdampak tinggi bagi lebih banyak siswa Indonesia.

"Kemitraan ini memobilisasi keahlian interdisiplin dan beasiswa untuk mendorong perubahan sosial serta menjawab kebutuhan masa depan di bidang keberlanjutan, teknik, kesehatan, dan pendidikan guru," kata Mu’ti di Jakarta.

Program yang dikenal sebagai Program Pemimpin Masa Depan UEA-Indonesia ini dibangun berdasarkan nota kesepahaman yang ditandatangani antara kementerian dan Universitas McGill pada 1 Desember 2025.

Kesepakatan ini menyediakan kerangka kerja untuk kerja sama dalam pengembangan kepemimpinan, pelatihan guru, perancangan kurikulum, asesmen, inovasi pembelajaran, penelitian, pemantauan dan evaluasi, serta pertukaran pengetahuan.

Mu’ti mengatakan inisiatif ini menekankan pada pengembangan profesional yang berbasis bukti dan responsif terhadap kondisi lokal. Tujuannya untuk memperkuat literasi, numerasi, kesejahteraan siswa, dan pembelajaran mendalam di semua sekolah.

"Meningkatkan kualitas guru dan kepemimpinan adalah investasi jangka panjang berdaya dampak tinggi serta pengungkit kunci untuk reformasi pendidikan berkelanjutan," ujarnya.

Inisiatif lima tahun ini mencakup program International Leadership in Education and Administrative Development dari McGill. Sasaran program adalah pelatih guru, guru aktif, kepala sekolah, dan administrator pendidikan.

MEMBACA  Kementerian Diaspora Ungkap Keterkaitan antara Armada Sumud, Hamas, dan Ikhwanul Muslimin

Kemitraan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kepemimpinan di ruang kelas, sekolah, dan struktur tata kelola. Selain itu, juga memperkuat diplomasi pendidikan Indonesia dan keterlibatan akademik global.

Berita terkait: Indonesia, Australia strengthen economic, education cooperation

Berita terkait: Minister urges collaboration with UK to strengthen higher education

Penerjemah: Hana Dewi Kinarina Kaban, Martha Herlinawati Siman
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar