Indonesia Tunda Pembahasan Dewan Perdamaian Pasca Serangan AS-Israel ke Iran

Jumat, 6 Maret 2026 – 23:18 WIB

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan bahwa Indonesia memutuskan untuk menangguhkan segala pembahasan terkait Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Hal ini menyusul eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat-Israel yang dimulai sejak Sabtu, 28 Februari 2026.

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkan, menjelaskan langkah ini diambil karena perhatian utama Indonesia saat ini adalah memantau perkembangan konflik di Timur Tengah dan memastikan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah tersebut.

“Seperti yang sudah disampaikan Bapak Menteri Luar Negeri beberapa hari lalu, semua pembahasan dengan BoP untuk sementara ditangguhkan atau dalam istilahnya ‘on-hold’,” kata Yvonne dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (6/3).

Dia menambahkan, pemerintah RI terus berupaya melindungi WNI di area konflik dan fokus menyiapkan langkah-langkah antisipatif menghadapi kemungkinan eskalasi lebih lanjut.

Mengenai kelanjutan keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian, Yvonne menegaskan bahwa setiap keputusan akan berdasarkan pada kepentingan nasional, prinsip politik luar negeri bebas-aktif, serta kondisi aktual di lapangan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto disebut menghargai berbagai masukan dan kritik tentang usulan agar Indonesia menangguhkan atau mengakhiri keanggotaannya di Dewan Perdamaian.

“Pemerintah tidak anti kritik. Kami mendengarkan sambil mencermati keadaan,” ujar Menteri ATR/BPN Nusron Wahid saat mendampingi Presiden dalam pertemuan dengan tokoh ulama dan ormas Islam di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3) malam.

Meski demikian, pemerintah menilai forum seperti Dewan Perdamaian tetap menjadi sarana penting untuk memperjuangkan perdamaian. Posisi pemerintah saat ini adalah menjadikan badan tersebut sebagai bagian dari upaya diplomasi Indonesia dalam mendorong perdamaian di Palestina.


Berita Terkait:

Trump soal Invasi Darat ke Iran: “Buang-buang Waktu, Mereka Sudah Kehilangan Semua”

Presiden AS Donald Trump menanggapi pernyataan Menlu Iran Abbas Araghchi yang bersiap menghadapi invasi AS.

VIVA.co.id | 6 Maret 2026

MEMBACA  Kehadiran Perdana iPhone 17 di Indonesia oleh Apple Luxury, Dilengkapi Fitur Teknologi Terkini

Tinggalkan komentar