Jumat, 20 Februari 2026 – 04:45 WIB
Washington DC, VIVA – Indonesia ditunjuk untuk menjadi Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF) atau pasukan stabilisasi di Gaza.
Artikel Rekomendasi: Menag Nasaruddin Doakan Kemerdekaan Palestina
Penunjukkan itu diumumkan langsung dalam pertemuan pertama Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian di Washington DC, Kamis, 19 Februari 2026 waktu setempat.
ISF dibentuk dengan tujuan menciptakan perdamaian di Gaza, Palestina. Indonesia bergabung dalam ISF bersama Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir, dan Yordania.
Artikel Rekomendasi: Prabowo di Depan Trump: Kami Akan Wujudkan Impian Perdamaian di Palestina
Hal ini disampaikan langsung oleh Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers. "Saya ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi Wakil Komandan untuk ISF. Dengan langkah-langkah awal ini, kita akan membantu menghadirkan keamanan yang dibutuhkan Gaza demi kemakmuran masa depan dan perdamaian yang langgeng," kata Jasper.
Artikel Rekomendasi: Prabowo: RI Siap Kirim 8.000 TNI ke Gaza 1-2 Bulan ke Depan
Ia menambahkan, ISF akan fokus untuk menstabilkan keadaan di Gaza sehingga memungkinkan pemerintahan sipil berjalan. ISF diberi mandat untuk mengawasi gencatan senjata dan stabilitas keamanan, bukan untuk konfrontasi.
Indonesia bakal mengirimkan 8.000 personil TNI sebagai bagian dari ISF di Gaza. Pasukan TNI yang berpartisipasi dalam ISF akan ditugaskan untuk misi non-tempur, kemanusiaan, medis, dan rekonstruksi.
Dalam rapat perdana BoP ini, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung terwujudnya perdamaian dunia, khususnya di Gaza Palestina.
"Pencapaian gencatan senjata ini nyata. Kami siap mengerahkan pasukan tersebut untuk berpartisipasi aktif dalam International Stabilization Force guna memastikan perdamaian ini berhasil," tegas Prabowo.
Ia juga menegaskan, niat utama Indonesia bergabung dengan Board of Peace yaitu untuk perdamaian di Gaza, Palestina. Hal ini menjadi komitmen awal Indonesia yang terus digaungkan kepada negara-negara di dunia.
"Indonesia sepenuhnya setuju dan berkomitmen penuh terhadap rencana ini. Itulah sebabnya kami bergabung dengan Board of Peace. Kami berkomitmen untuk keberhasilannya. Kami tahu akan ada banyak hambatan dan kesulitan, tetapi kami sangat optimis," tegas Prabowo.
—
Prabowo Respons Candaan Trump Tak Ingin Melawannya
Presiden Prabowo Subianto merespons dengan santai pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut dirinya tidak ingin ‘berhadapan’ dengannya.
VIVA.co.id | 20 Februari 2026