Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kehutanan Indonesia telah menanam sekitar 21 juta bibit mangrove di empat provinsi prioritas antara tahun 2024 dan 2025 melalui proyek Mangroves for Coastal Resilience (M4CR).
Giri Suryanta, Kepala Subdirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove kementerian, menyatakan upaya penghijauan ini mencakup 15.574 hektar di Kalimantan Utara, Sumatera Utara, Riau, dan Kalimantan Timur.
“Penanaman mangrove merupakan bagian dari aksi iklim berbasis alam pemerintah untuk memperkuat ketahanan pesisir. Selain pemulihan ekosistem, program ini juga bertujuan memberdayakan masyarakat pesisir,” ujarnya dalam pernyataan pada Senin.
Suryanta mengungkapkan, pada tahun 2024, kementerian menanam 14,6 juta bibit mangrove di lahan seluas 13.307 hektar di bawah program M4CR.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,2 juta bibit telah memasuki tahap pemeliharaan, terutama di Sumatera Utara dan Riau, tambahnya.
Dia menyebut pelaksanaan di 2024 juga mencakup kegiatan penanaman, program Sekolah Lapang Rehabilitasi Mangrove, dan skema pembiayaan matching grant, yang melibatkan 15.407 peserta.
Pada tahun 2025, Suryanta mengatakan area penanaman bertambah 2.267 hektar di Sumatera Utara, Riau, dan Kalimantan Timur.
Sebanyak 6,2 juta bibit mangrove telah ditanam di tiga provinsi tersebut sejauh ini tahun ini, imbuhnya.
“Kami akan terus memperbarui data jumlah bibit yang dalam pemeliharaan dan peserta program, karena implementasi masih berlangsung,” kata Suryanta.
Dia mencatat, skala program M4CR mencerminkan komitmen pemerintah dalam merehabilitasi ekosistem mangrove secara bertahap, akurat, dan berkelanjutan.
Suryanta menekankan, inisiatif berbasis masyarakat ini tidak hanya memulihkan mangrove sebagai pelindung alami pesisir, tetapi juga mendorong partisipasi publik yang lebih luas dalam pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab secara lingkungan.
Berita terkait: Indonesia dan Korea Selatan eksplorasi kerja sama mangrove dan karbon biru
Berita terkait: RI cari pembiayaan inovatif untuk rehabilitasi mangrove besar-besaran
Penerjemah: Prisca T, Tegar Nurfitra
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026