Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia tidak pernah gagal membayar utang sepanjang sejarahnya, didukung oleh fundamental ekonomi yang kuat dan rekam jejak fiskal yang kredibel.
“Kita telah mengelola ekonomi dengan hati-hati selama bertahun-tahun. Kita tidak pernah default, tidak sekali pun dalam sejarah. Kita tidak pernah gagal bayar utang,” ujar Presiden, seperti dikutip Sekretariat Presiden, Kamis.
Pernyataan itu disampaikannya dalam acara Iftar Dinner dan Business Summit di Kamar Dagang AS di Washington, DC, Rabu (18 Februari).
Dia menambahkan bahwa pemerintahan yang berkuasa akan selalu menghormati utang yang dibuat oleh pemerintah sebelumnya, meskipun sebelumnya merupakan rival politik yang kuat.
Presiden Prabowo memaparkan komitmen pemerintahannya untuk memperkuat pondasi ekonomi nasional melalui reformasi tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penegakan hukum yang tegas untuk menciptakan iklim investasi yang stabil dan kondusif.
Kepala Negara mengakui Indonesia masih menghadapi tantangan besar, termasuk kemiskinan, kelaparan, dan gizi buruk pada anak. Namun, dia menekankan pentingnya menghadapi masalah secara langsung dan mencari solusi terbaik.
“Saya yakin masalah harus dihadapi secara terbuka. Kita harus berani mengakui kelemahan dan berusaha maksimal untuk temukan solusi terbaik,” katanya.
Sebagai bagian strategi jangka panjang, dia mengumumkan pendirian sepuluh universitas berbasis STEM baru untuk mengatasi kekurangan tenaga medis dan mempercepat pengembangan modal manusia.
“Kita kekurangan 140 ribu dokter dan hanya luluskan sekitar 10 ribu dokter per tahun. Artinya butuh 14 tahun untuk tutup celah itu kecuali kita lakukan upaya baru, karena itu saya dirikan sepuluh universitas STEM baru,” jelasnya.
Indonesia juga membangun 500 sekolah menengah berkualitas tinggi dan membuka kemitraan pendidikan dengan institusi terkemuka dari Inggris dan Amerika Serikat.
Berita terkait: Prabowo showcases 18 strategic projects to U.S. investors
Berita terkait: Prabowo touts MBG, anti-corruption drive at US business forum
Berita terkait: Prabowo witnesses US$38.4 bln US-Indonesia MoU signings
Penerjemah: Andi, Kenzu
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026