Indonesia Siapkan Kapal Rumah Sakit untuk Misi Perdamaian Palestina

Jakarta (ANTARA) – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menyatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan kapal rumah sakit dan pasukan untuk dikirim ke Palestina. Hal ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia pada Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) untuk membantu meredakan konflik.

“Kami akan mengirimkan kapal rumah sakit. Saat ini, satu masih dalam daftar, tapi bisa saja lebih dari satu,” ujarnya pada Kamis.

Menurut dia, TNI AL akan memprioritaskan pengiriman satu kapal rumah sakit ke Palestina. Kapal rumah sakit kedua akan disiapkan sebagai cadangan.

Ali mengatakan pengiriman kapal rumah sakit itu juga akan berbarengan dengan pengiriman pasukan dari bidang teknik konstruksi dan kesehatan.

“Kami masih menunggu persetujuan dan arahan dari Markas Besar TNI mengenai jumlahnya,” lanjut Laksamana tersebut.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan finalisasi rencana pengiriman pasukan perdamaian sebagai komitmen pada BoP untuk membantu meredakan konflik di Palestina.

Hadi memperkirakan sekitar 8.000 personel TNI akan diterjunkan.

Laporan sebelumnya menyebutkan kawasan Rafah adalah salah satu lokasi kemungkinan penempatan. Namun, Prasetyo mengatakan keputusan tersebut belum final.

“Kami masih mempersiapkan diri. Jika tercapai kesepakatan, kita harus mengirim pasukan perdamaian sebagai bentuk komitmen,” tegasnya.

Sekneg menekankan bahwa keterlibatan Indonesia dalam BoP mencerminkan komitmen bangsa terhadap perjuangan Palestina, khususnya dalam mendukung pengakuan kemerdekaan Palestina dan membantu meringankan penderitaan rakyat di Gaza.

Partisipasi Indonesia dalam BoP, bersama tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim lainnya, diharapkan dapat meredakan eskalasi konflik dan memfasilitasi akses kemanusiaan ke Jalur Gaza, tambahnya.

“Setidaknya, kami berharap dapat meredakan konflik di Gaza. Dengan proses ini, bantuan pangan bisa masuk ke Gaza. Kami harap ini dapat meringankan beban mereka,” ujarnya.

MEMBACA  Pasar Saham Semakin Luas. Masih Memiliki Jalan Panjang untuk Ditempuh.

Mengenai KTT perdana BoP yang dijadwalkan pada 19 Februari 2026, Hadi menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah menerima undangan, meski kehadirannya *belum* dapat dipastikan.

Berita terkait: Prabowo akan kunjungi AS untuk perjanjian tarif dan KTT Dewan Perdamaian

Berita terkait: Indonesia finalisasikan pengiriman pasukan untuk misi perdamaian Gaza

Penerjemah: Walda Marison, Resinta Sulistiyandari
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar