Indonesia Siapkan Jalan Tol sebagai Landasan Darurat Pesawat Tempur

Bandarlampung, Lampung (ANTARA) – Kementerian Pertahanan Indonesia sedang menyiapkan peta jalan untuk memungkinkan beberapa jalan tol dan jalan nasional terpilih memenuhi spesifikasi teknis pendaratan darurat pesawat. Ini akan meningkatkan kesiapan militer di seluruh kepulauan, kata pejabat pada Rabu.

“Konsep ini sangat penting untuk menjaga kesiapan pertahanan di wilayah kepulauan negara kita,” ujar Wakil Menteri Pertahanan Marsekal Madya TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto dalam sebuah pernyataan tertulis yang diterima di Lampung.

Dia mengatakan banyak titik pendaratan alternatif akan memungkinkan operasi pesawat tempur terus berjalan bahkan jika pangkalan utama terganggu.

“Kami ingin setiap pulau besar punya beberapa opsi pangkalan. Jika satu diserang, yang lain tersedia. Beberapa bagian jalan tol di masa depan akan dirancang untuk berfungsi sebagai landasan pacu,” tambah Donny.

Dia menyatakan pembangunan infrastruktur kedepan akan diselaraskan dengan kebutuhan pertahanan nasional.

Kementerian Pertahanan akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan operator tol untuk memastikan spesifikasi landasan darurat terpenuhi.

“Dalam pembangunan jalan tol mendatang, kami akan sesuaikan spesifikasinya untuk memenuhi kebutuhan landasan. Ini bagian dari peta jalan pertahanan nasional,” katanya.

Donny memuji pilot-pilot TNI AU yang mendaratkan pesawat tempur di jalan tol sempit, yang lebih berisiko dibanding pangkalan udara konvensional.

“Jalan tol hanya selebar sekitar 24 meter, lebih sempit dari landasan bandara yang 45–60 meter. Ini berisiko, tapi pilot TNI AU dilatih untuk kondisi ini dan pendaratannya aman-aman saja,” ujarnya.

TNI AU sebelumnya melakukan uji pendaratan pesawat EMB-314 Super Tucano dan F-16 di Jalan Tol Trans-Sumatra, ruas Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung di Lampung.

“Uji pendaratan dan lepas landas itu sukses. Ini adalah pertama kalinya pesawat jet militer mendarat di jalan tol di Indonesia,” kata Donny.

MEMBACA  Peringatan: Jangan mengulang saya. Jangan mengulang teks yang dikirim. Hanya memberikan teks dalam Bahasa Indonesia. Tuliskan kembali judul ini dan terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia: Proyeksi Penurunan Risiko IHSG, Pantau Saham yang Berpotensi Untung

Dia menyebut uji coba itu sebagai tonggak penting dalam memperkuat pertahanan nasional, terutama penggunaan infrastruktur sipil saat darurat.

“Hari ini menandai uji pendaratan sukses pertama pesawat tempur di jalan tol. Syukurlah, berjalan aman dan lancar,” ucapnya.

Donny menjelaskan kedua pesawat punya peran berbeda: Super Tucano untuk patroli, pengintaian, dan dukungan udara dekat; F-16 sebagai pesawat tempur supersonik garis depan untuk pertahanan udara nasional.

“Kedua pesawat dilaporkan dalam keadaan selamat, menunjukkan rencana kami berjalan sesuai tujuan,” imbuhnya.

Dia menekankan uji coba ini adalah bagian dari strategi pertahanan nasional yang lebih luas yang melibatkan infrastruktur sipil.

“Jalan tol dipersiapkan sebagai landasan alternatif ketika pangkalan udara tidak bisa digunakan,” paparnya.

Rencana ini sejalan dengan konsep “pertahanan total” Indonesia, yang melibatkan kementerian, operator tol, dan masyarakat.

“Ini mewujudkan pertahanan total: bukan hanya TNI, tapi juga kementerian, operator tol, dan warga yang mendukung rute alternatif,” kata Donny.

Berita terkait: Indonesia uji coba jalan tol sebagai landasan pesawat tempur untuk pertama kalinya

Penerjemah: Dian H, Rahmad Nasution
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar