Indonesia Serahkan Sertifikasi untuk Ekspor 300 Kg Kerang Darah Hidup ke Thailand

Ternate, Maluku Utara (ANTARA) – Badan karantina Indonesia membantu inspeksi dan sertifikasi 300 kilogram kerang darah hidup untuk ekspor ke Thailand, memastikan kepatuhan terhadap standar karantina internasional, kata pejabat pada Senin.

Kepala Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan Maluku Utara, Sugeng Prayogo menyatakan tim memverifikasi kualitas produk untuk mencegah penolakan atau Notifikasi Ketidaksesuaian (NNC) dari negara pengimpor.

Petugas karantina melakukan pemeriksaan di Fasilitas Karantina Ikan PT Mitra Jaya Malut dini hari tanggal 21 Februari. Pengiriman berangkat keesokan paginya, 22 Februari.

Sebelu mengeluarkan sertifikat kesehatan ekspor, pejabat memeriksa ulang kerang yang sudah dikemas di kargo Bandara Sultan Babullah untuk memastikan memenuhi persyaratan impor Thailand.

Sugeng mengatakan pemeriksaan fisik dan klinis dilakukan, bersama verifikasi semua dokumen ekspor, untuk menjamin keamanan dan kualitas produk.

Proses ini terintegrasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menggunakan sistem Single Submission (SSM) QC, yang memperlancar inspeksi dan sertifikasi untuk efisiensi.

"Pengawasan yang konsisten dari produksi hingga ekspor adalah kunci untuk menjaga kepercayaan di pasar global," kata Sugeng.

Ia menekankan komitmen otoritas karantina, eksportir, dan instansi terkait dalam menjaga keamanan dan kualitas produk perikanan Maluku Utara di kancah internasional.

Pengiriman ke Thailand ini merupakan bagian dari ekspor yang berulang, mencerminkan potensi kelautan Maluku Utara dan kemampuan untuk memenuhi standar keamanan pangan internasional secara konsisten.

Sugeng menyatakan pemantauan dan sertifikasi berkelanjutan dapat mendongkrak ekspor kerang darah hidup, berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi wilayah dan memperkuat posisi Indonesia di pasar seafood global.

Berita terkait: Ministry informs 1,852 containers of Indonesian shrimp enter US market

Berita terkait: Indonesia secures China approval for 40 new fish export facilities

MEMBACA  97 Gunung di Nepal Dibuka Gratis untuk Pendakian Saat Biaya Everest Naik

Penerjemah: Abdul F, Rahmad Nasution
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar