Indonesia Sebut Bank Akan Lakukan Komunikasi dengan Moody’s Soal Prospek

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa bank-bank akan berkomunikasi dengan agensi pemeringkat kredit Moody’s untuk membahas pertimbangan di balik revisi pandangan (outlook) terbarunya.

“Iya, ini akan melibatkan komunikasi antara masing-masing bank dengan Moody’s,” kata Airlangga di sela-sela Pertemuan APEC Business Advisory Council (ABAC) I 2026 pada Sabtu.

Dia menjelaskan bahwa agensi pemeringkat rutin meminta klarifikasi mengenai isu-isu dalam lingkup penilaian mereka dan tanggapan akan ditangani di tingkat korporat maupun nasional.

“Untuk hal yang terkait korporat, masing-masing lembaga menjawab sendiri. Dari perspektif nasional, Indonesia tetap dalam kategori investment-grade dari Moody’s,” ujarnya.

Moody’s Ratings baru-baru ini mengubah pandangan (outlook) untuk lima bank Indonesia — BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN — dari stabil menjadi negatif, menyusul perubahan pandangan terhadap sovereign (utang negara) Indonesia.

Moody’s mempertahankan peringkat kredit sovereign Indonesia di Baa2, satu tingkat di atas ambang batas investment-grade, sambil mengubah pandangan dari stabil menjadi negatif.

Dalam laporannya, Moody’s menekankan pentingnya prediktabilitas kebijakan, komunikasi publik yang efektif, dan koordinasi antar lembaga pemerintah di tengah penyesuaian tata kelola ekonomi yang berlangsung.

Secara terpisah, Airlangga menyebut pemerintah juga meminta dana kekayaan negara Danantara untuk mengkomunikasikan kerangka kebijakan fiskal Indonesia ke Moody’s pasca perubahan kelembagaan baru-baru ini.

Sebelumnya, Komisi Anggaran DPR menekankan pentingnya reformasi keuangan dan fiskal yang berkelanjutan sebagai respons terhadap penilaian terkini dari lembaga-lembaga internasional.

Berita terkait: Indonesia minta Danantara jelaskan kerangka fiskal ke Moody’s

Berita terkait: Kebijakan fiskal baru Indonesia: Pertumbuhan dulu, pungutan kemudian

Penerjemah: Putu, Kenzu
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  Tidak ada bantuan sosial tambahan selama Ramadan, kata menteri

Tinggalkan komentar