Indonesia Peroleh Tambahan Pendanaan $400 Juta untuk Proyek Transisi Energi Berkeadilan

Jakarta (ANTARA) – Indonesia akan menerima tambahan pendanaan sebesar US$400 juta untuk Kemitraan Transisi Energi Berkeadilan (JETP), sehingga total komitmen naik dari US$21,4 miliar menjadi US$21,8 miliar, kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Airlangga mengatakan kepada wartawan di Jakarta pada Kamis bahwa bank pembangunan Jerman, KfW, baru-baru ini menandatangani komitmen investasi untuk dua proyek transisi energi.

“Jerman, melalui pembiayaan KfW, telah berkomitmen untuk dua proyek, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung Saguling,” ujar Airlangga.

Dia menambahkan bahwa lebih dari 20 proyek saat ini sedang dalam proses untuk pertimbangan pendanaan JETP.

“Kami punya banyak proyek dalam daftar, lebih dari 20 yang sedang diproses,” kata Airlangga.

Sejauh ini, Indonesia telah mengamankan pendanaan JETP sebesar US$21,4 miliar, di mana sekitar US$3,1 miliar telah dimanfaatkan.

Beberapa proyek prioritas tercantum di bawah JETP, baik yang siap dibiayai maupun yang menunggu persetujuan.

Proyek yang akan datang meliputi Pembangkit Surya Terapung Saguling, pembangkit panas bumi Muara Laboh, pengolahan sampah menjadi energi di Legok Nangka, jaringan transmisi Sulawesi, tenaga angin Sumatera Selatan, dan program de-dieselisasi.

Dari total pendanaan US$21,4 miliar, US$11 miliar berasal dari International Partners Group (IPG) dan US$10 miliar dari Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ).

Untuk mempercepat pengembangan energi bersih, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Transisi Energi dan Ekonomi Hijau (Satgas TEH) untuk mempercepat implementasi JETP, termasuk merencanakan JETP 2.0.

Satgas ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan pendanaan guna mendukung target Kontribusi yang Ditentukan Secara Nasional (NDC) Indonesia dan memperluas kapasitas energi bersih negara.

Berita terkait: Ketua UNGA mengatakan peralihan ke energi terbarukan tak terhentikan di seluruh dunia

MEMBACA  Keir Starmer bersiap untuk mencari persetujuan dari Donald Trump untuk kesepakatan Kepulauan Chagos

Berita terkait: Sulawesi Tengah berjanji hentikan bertahap batu bara, kembangkan tenaga surya

Berita terkait: Penarikan diri AS tak pengaruhi dukungan transisi energi di ASEAN: IRENA

Penerjemah: Bayu S, Rahmad Nasution
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar