Indonesia Permudah Aturan Pupuk, Biaya Turun 20 Persen

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pertanian Indonesia Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa langkah pemerintah menyederhanakan regulasi telah berhasil mempercepat distribusi pupuk ke petani, sehingga menurunkan biaya pupuk sekitar 20 persen.

“Dulu, saat petani siap tanam, pupuknya belum datang. Sekarang, distribusinya langsung, cepat, dan tepat sasaran,” ujarnya dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat.

Menurut Sulaiman, ada dua pilar utama untuk mempercepat swasembada pangan: deregulasi dan transformasi pertanian dari cara tradisional ke metode modern.

“Kami mengambil dua langkah untuk mencapai swasembada: deregulasi dan peralihan dari pertanian tradisional ke modern,” katanya.

Dalam setahun terakhir, pemerintah telah menerbitkan 13 Peraturan Presiden di sektor pertanian—jumlah tertinggi dalam sejarah—dan mencabut sekitar 500 regulasi internal yang dianggap menghambat kemajuan program pemerintah.

Langkah ini memotong birokrasi yang berbelit, mempercepat distribusi alat produksi, dan menurunkan biaya produksi bagi petani. Reformasi paling signifikan terjadi di pengelolaan pupuk.

Sebelumnya, distribusi pupuk melibatkan ratusan regulasi dan banyak lapisan persetujuan. Sekarang, mekanismenya telah disederhanakan menjadi jalur langsung dari Kementerian Pertanian ke perusahaan pupuk milik negara, Pupuk Indonesia, lalu langsung ke petani.

Hasilnya, biaya pupuk bisa turun 20 persen, sementara volumenya bisa naik 700.000 ton tanpa menambah beban anggaran.

Nilai tukar petani telah mencapai 125, yang tertinggi dalam sejarah, didukung harga beli pemerintah untuk gabah kering panen yang ditetapkan Rp6.500 per kilogram.

Kebijakan ini telah menciptakan perputaran ekonomi hingga Rp132 triliun di tingkat petani.

Dia menambahkan bahwa capaian ini tercermin dari stok pangan nasional, yang saat ini berada di level tertinggi sepanjang sejarah.

Berbicara di acara yang sama, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa produksi beras pada 2025 mencapai 34,7 juta ton, naik 13 persen dari tahun sebelumnya, sementara cadangan yang diamankan Perum Bulog telah melampaui 4,2 juta ton.

MEMBACA  Tendangan Erik Janza Merusak Pesta Tim Dinamit

Berita terkait: Prabowo sebut akses pupuk dan melimpahnya beras sebagai capaian ketahanan pangan

Penerjemah: Suharsana Aji, Raka Adji
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar