Indonesia Perluas Pencarian KM Putri Sakinah Atas Permintaan Spanyol

Kupang, Nusa Tenggara Timur (ANTARA) – Pihak berwajib Indonesia akan memperpanjang pencarian korban terakhir musibah KM Putri Sakinah melewati batas waktu resmi hari Rabu, menyusul permintaan dari Kedutaan Besar Spanyol, kata seorang pejabat.

Juru Bicara Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) Komisaris Besar Henry Novika Chandra menyatakan permintaan itu disampaikan melalui Kapolres Manggarai Barat usai evaluasi bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere.

“Berdasarkan informasi awal dari Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, operasi akan diperpanjang dua hari, dari 8 sampai 9 Januari,” ujar Chandra pada hari Rabu.

Dia menambahkan, tim pencari akan menyisir beberapa lokasi di dekat tempat kapal tenggelam.

Perpanjangan ini menyusul permintaan resmi dari Kedutaan Spanyol, tegas Chandra.

Hingga Rabu, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian selama 13 hari dan berhasil menemukan tiga dari empat korban yang hilang.

Korban yang telah teridentifikasi termasuk seorang gadis berusia 12 tahun, pelatih tim sepak bola wanita Valencia FC B Martin Carreras Fernando, dan seorang anak laki-laki berumur 10 tahun.

Pencarian yang dilanjutkan pada Kamis dan Jumat diharapkan dapat menemukan penumpang terakhir yang masih hilang.

Kecelakan terjadi pada 26 Desember 2025, ketika enam turis asal Spanyol berada di atas kapal wisata semi-phinisi di perairan Pulau Padar.

Fernando, istrinya, dan keempat anak mereka termasuk di antara mereka yang ada di kapal.

Istrinya dan satu anak selamat, bersama empat awak kapal berkebangsaan Indonesia, termasuk kapten kapal dan seorang pemandu wisata.

Temuan awal menyebutkan kapal mengalami kerusakan mesin saat berlayar dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar.

Tidak bisa bermanuver, kapal kemudian dihantam ombak besar dan terbalik di Selat Padar.

MEMBACA  Indonesia Incar Pasar AS dengan Tarif 19% Efektif 7 Agustus

Cuaca dan kondisi laut yang buruk diduga memperparah situasi dan menghambat upaya pertolongan.

Kepolisian Indonesia telah menyelidiki penyebab kecelakaan ini, dengan fokus pada kelayakan kapal dan prosedur keselamatannya.

Berita terkait: Anggota DPR serukan perbaikan standar keselamatan pariwisata

Berita terkait: Pelatih Spanyol teridentifikasi dalam tragedi kapal Labuan Bajo

Penerjemah: Kornelis Kaha, Resinta Sulistiyandari
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026

https://worldnutritionjournal.org/index.php/wn/user/getInterests?term=44742019229&o2x=tbFqlR9O