Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dengan memperluas kolaborasi di bidang perguruan tinggi, terutama di bidang kedokteran, dengan Kerajaan Hashemite Yordania.
Hal ini dibahas dalam pertemuan antara Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi, Stella Christie, dan Duta Besar Yordania untuk Indonesia, Sudqi Atallah Abd Alkader Al Omoush, pada Rabu (7 Januari).
“Yang paling penting, kerja sama ini harus diwujudkan. Untuk tahap awal, mari fokus ke bidang ilmu kedokteran karena ini prioritas strategis, dan Indonesia masih butuh banyak tenaga medis, spesialis, dan pengembangan riset kesehatan yang kuat,” ujarnya dalam keterangan pada Kamis.
Christie menekankan bahwa Yordania memiliki posisi strategis dengan pengalaman lama dalam mengembangkan pendidikan kedokteran yang diakui internasional, menjadikannya mitra kunci bagi Indonesia untuk memperkuat kapasitas pendidikan dan penelitian kesehatan.
“Ini kesempatan bagus untuk kita berkolaborasi dengan Yordania, salah satu pusat ilmu kedokteran di Timur Tengah. Banyak orang datang ke Yordania untuk belajar dan mengembangkan ilmu kedokteran,” tambahnya.
Sementara itu, Duta Besar Sudqi juga menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan kesiapan universitas-universitas di Yordania untuk memperluas kemitraan dengan perguruan tinggi Indonesia.
Yordania juga mendukung berbagi praktik terbaik dalam manajemen pendidikan tinggi, penelitian terapan, serta menghubungkan universitas dengan layanan kesehatan dan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi ini akan mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, program profesor tamu, penelitian bersama, dan peningkatan kapasitas untuk lembaga pendidikan kedokteran.
Lebih lanjut, kemitraan ini juga dapat membuka peluang pelatihan bagi tenaga kesehatan, termasuk perawat, untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing global mereka.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat membentuk gugus tugas untuk menyusun peta jalan kerja sama, mengidentifikasi program prioritas, dan memastikan partisipasi dari universitas negeri dan swasta di Indonesia.
Inisiatif ini memperkuat hubungan Indonesia–Yordania, yang telah terjalin sejak 1950, dan terus berkembang di bidang pendidikan, sosio-budaya, dan sumber daya manusia.
Upaya ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, memperkuat ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mendorong perguruan tinggi Indonesia bersaing secara global sambil berkontribusi langsung bagi pembangunan nasional.
Berita terkait: Indonesia mempresentasikan model sovereign wealth fund ke Yordania
Berita terkait: Indonesia dan Yordania tegaskan dukungan untuk kemerdekaan Palestina
Berita terkait: Danantara dan Jordan Investment Fund akan eksplorasi peluang investasi
Penerjemah: Sean Filo, Resinta Sulistiyandari
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026