Indonesia Perkuat Operasi Perbatasan untuk Tangani Penyalahgunaan Narkoba

Jakarta (ANTARA) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Indonesia telah meningkatkan kampanye melawan perdagangan narkoba di wilayah perbatasan, memperkuat operasi terpadu di bawah program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Juru bicara BNN Putu Putera Sadana menjelaskan bahwa inisiatif ini menggabungkan penegakan hukum yang ketat dengan langkah-langkah kemanusiaan, termasuk program rehabilitasi, untuk melindungi masyarakat dan menjaga generasi mendatang dari bahaya narkotika.

“Negara bertindak tegas untuk menutup ruang kejahatan narkoba sekaligus menyediakan jalur pemulihan bagi pengguna,” kata Putu di Jakarta, Jumat, menekankan fokus ganda pada penegakan hukum dan perlindungan masyarakat.

Lembaga itu telah menyerukan kepada warga untuk berperan aktif dengan melaporkan dugaan penyalahgunaan atau perdagangan narkoba di lingkungan mereka.

Kewaspadaan dan kerjasama masyarakat, ditegaskan Putu, sangat penting untuk membangun komunitas yang aman, sehat, dan bebas narkoba—terutama di daerah perbatasan strategis seperti Batam, yang berfungsi sebagai hub transit penting dekat Singapura dan Malaysia.

Pada pertengahan Januari 2026, BNN memperkuat patroli di Batam dan berkoordinasi dengan polisi, militer, bea cukai, dan imigrasi untuk menggagalkan tiga upaya perdagangan.

Di Bandara Hang Nadim dan Pelabuhan Bintang 99 Persada, petugas menyita total 550 gram narkotika, termasuk 542,3 gram sabu dan 8,9 gram THC sintetis. Lima tersangka ditangkap, sementara tiga lainnya masih dalam daftar pencarian.

Barang sitaan termasuk sabu yang disembunyikan dalam sandal, narkotika yang dikemas sebagai body wrap, dan obat-obatan yang disembunyikan dalam koper.

BNN juga melakukan pemeriksaan di klub malam Batam, menguji 84 individu, termasuk penyanyi dan warga negara asing. Lima penyanyi dinyatakan positif menggunakan narkoba.

Mereka yang positif menjalani asesmen untuk menentukan tingkat keterlibatan mereka.

MEMBACA  Pernyataan Nusron Wahid Mengenai Wacana Pemakzulan Gus Yahya sebagai Ketum PBNU

Individu yang tidak terlibat perdagangan diarahkan ke program rehabilitasi yang disesuaikan dengan kebutuhannya, mencerminkan pendekatan BNN yang “tegas tapi adil” yang menyeimbangkan penegakan dengan pemulihan.

Penerjemah: Agatha OV, Rahmad Nasution
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar