Indonesia Perkuat Komitmen Percepat Kemandirian Teknologi Antariksa

Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk mempercepat kemandirian teknologi antariksa nasional. Hal ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kedaulatan teknologi.

Pernyataan itu disampaikan Arif selama kunjungan kerjanya ke Kawasan Sains M. Ibnoe Subroto di Rancabungur, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (12/3).

Kunjungan tersebut berfokus untuk meninjau kesiapan fasilitas penelitian antariksa, persiapan peluncuran satelit A4, serta pengembangan spaceport yang dianggap strategis untuk masa depan teknologi bangsa.

Dalam pernyataan yang dirilis Jumat (14/3), Arif menekankan bahwa akselerasi pengembangan antariksa tidak bisa hanya mengandalkan infrastruktur fisik semata.

Ia menyebutkan, tata kelola yang jelas, pembagian peran, dan koordinasi antar unit merupakan faktor kunci untuk memastikan program-program strategis berjalan efektif dan efisien.

“Kita tidak boleh terjebak dalam kewenangan yang tumpang-tindih. Yang dibutuhkan adalah sistem yang terintegrasi,” kata Arif.

Dijelaskannya, pembahasan mengenai pengaturan kelembagaan antariksa nasional masih berlangsung dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta kementerian/lembaga terkait lainnya.

Namun, Dia menegaskan bahwa efektivitas fungsional lebih penting daripada bentuk organisasi.

“Intinya adalah bagaimana fungsi-fungsi terkait antariksa dapat berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan,” ujar Arif Satria.

Arif juga menekankan bahwa keunggulan di sektor antariksa hanya dapat dicapai melalui kerja keras dan komitmen yang konsisten.

Ia mendorong para peneliti untuk meningkatkan intensitas maupun kualitas penelitian, termasuk dengan memanfaatkan peluang pendanaan riset dari luar negeri yang semakin terbuka.

BRIN, tambahnya, tetap berkomitmen untuk terus menyempurnakan mekanisme pendanaan riset dan sistem insentif untuk mendukung publikasi ilmiah serta pengembangan teknologi-teknologi strategis.

Sementara itu, Insinyur Senior BRIN di Pusat Riset Teknologi Roket, Rika Andiarti, menyatakan bahwa pengembangan spaceport telah dituangkan dalam Rencana Induk Antariksa Nasional 2017–2040, yang memuat visi jangka panjang Indonesia di bidang antariksa.

MEMBACA  Bank Indonesia Prediksi Pertumbuhan 4,6%–5,4% di Semester II (Ditulis dengan rapi dan visual menarik)

“Rencana induk itu dievaluasi setiap lima tahun. Dalam konteks saat ini, beberapa target dan strategi perlu ditinjau ulang agar lebih adaptif dan realistis,” ucap Rika.

Berita terkait: Dukungan riset kunci daya saing dirgantara Indonesia: PTDI

Berita terkait: Bulog gandeng BRIN manfaatkan teknologi lindungi stok beras

Penerjemah: Sean Filo Muhamad, Primayanti
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar