Indonesia Perketat Biosekuriti untuk Tekan Hama dan Perdagangan Satwa Liar

Jakarta (ANTARA) – Indonesia sedang memperkuat sistem perlindungan keanekaragaman hayati melalui koordinasi yang lebih erat antar lembaga dan kerjasama operasional untuk mencegat hama invasif serta perdagangan liar satwa dan tumbuhan, kata para pejabat, di tengah meningkatnya risiko lingkungan lintas batas.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan kementerian dan lembaga sudah mulai bekerja lebih erat untuk melindungi keanekaragaman hayati dan sumber daya alam Indonesia, dalam pernyataan yang dirilis di Jakarta pada Rabu.

Beliau menekankan bahwa kerjasama harus melampaui kerangka kebijakan dan memberikan hasil nyata di lapangan, mengatasi kesenjangan yang cukup lama terjadi antara regulasi dan penegakan hukum.

“Aturan kadang bersifat ideal tapi susah untuk dijalankan. Kita butuh langkah yang lebih sederhana dan operasional, serta komitmen bersama untuk mengurangi ego sektoral dan memperkuat kolaborasi,” katanya.

Sebagai bagian dari upaya ini, Kementerian Kehutanan baru saja menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Karantina Indonesia untuk meningkatkan koordinasi di bidang biosekuriti.

Raja Antoni mengatakan perjanjian itu tak cuma langkah strategis untuk memperkuat sistem biosekuriti nasional, tapi juga meningkatkan sinergi antar lembaga dalam menindak perdagangan liar satwa dan tumbuhan.

Beliau menjabarkan MoU tersebut sebagai tonggak sejarah dalam membangun kerjasama yang lebih terkoordinasi, kolaboratif, dan operasional antara dua lembaga tersebut.

Menteri juga menyoroti perlunya pemantauan yang lebih ketat terhadap hama tanaman dan spesies invasif yang bisa mengancam ekosistem, termasuk habitat satwa liar di seluruh Indonesia.

“Banyak tanaman invasif yang mampu merusak habitat satwa liar, dan ini merupakan hal yang wajib kita lindungi secara bersama,” katanya.

Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Harding mengatakan kemitraan ini sangat krusial untuk memperkuat perlindungan sumber daya hayati negara dari ancaman lintas batas.

MEMBACA  Petunjuk dan Jawaban Strands NYT, 2 September 2025

Beliau menjelaskan bahwa kolaborasi antara dua lembaga ini merupakan langkah stratejik untuk memperkuat sistem karantina dan pengawasan pergerakan ilegal tanaman serta satwa liar.

Kadir menambhakan bahwa sinergi ini diharapkan bisa meningkatkan pencegahan terhadap hama tanaman serta penyakit hewan yang dapat mengurangi ekosistem dan mengacam keanekaragaman hayati Indonesia.

Melalui perjanjian tersebut, kedua belah pihak akan meningkatkan pertukaran data dan informasi, memperkuat pemantauan di titik-titik masuk seperti bandar udara dan pelabuhan, serta mengembangkan langkah-langkah operasional bersama.

Langkah-langkah itu meliputi proyek percontohan di daerah yang memiliki aktivitas tinggi perdagangan ilegal satwa dan tumbuhan, bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penegakan hukum serta mengurangu risiko ekologis.

Tinggalkan komentar