Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Eddy Soeparno, pada Senin mendesak pemerintah untuk mengantisipasi resiko kenaikan harga minyak global dan potensi guncangan energi menyusul laporan serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela.
Soeparno menyatakan bahwa aksi yang dilaporkan tersebut dapat memengaruhi pasar energi global, mengingat status Venezuela sebagai salah satu pengekspor minyak utama dunia meskipun produksinya menurun selama bertahun-tahun.
“Perlu ada langkah-langkah antisipatif dari kementerian terkait untuk menangani dampak jangka pendek dan panjang dari situasi ini,” ujarnya, seraya menyerukan pemantauan ketat pergerakan harga minyak.
Dia menambahkan bahwa dengan strategi mitigasi yang efektif, anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) bisa terlindungi dari potensi kerugian akibat fluktuasi tajam harga minyak mentah, yang mempengaruhi subsidi BBM dan inflasi.
Situasi di Venezuela, kata Soeparno, juga seharusnya menjadi pengingat akan pentingnya memperkuat ketahanan energi nasional dengan mempercepat transisi ke sumber energi terbarukan.
“Saya sudah katakan dari dulu bahwa ketergantungan kita pada energi impor dapat dikurangi dengan melakukan transisi ke energi terbarukan yang bersumber dari dalam negeri,” jelasnya.
Soeparno menekankan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk membangun sektor energi nasional yang kuat dan tangguh di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, serta menambahkan bahwa pemerintahan saat ini mendukung penuh arah kebijakan tersebut.
Berita terkait: Kelompok pemuda Indonesia kecam aksi militer AS di Venezuela
Laporan media di akhir pekan menyebutkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya telah ditangkap dalam operasi besar-besaran yang dilakukan Amerika Serikat, klaim yang belum dapat diverifikasi secara independen.
Presiden AS Donald Trump seolah mengkonfirmasi operasi tersebut dengan memposting sebuah gambar di platform Truth Social-nya pada Sabtu, 3 Januari, yang menunjukkan seorang pria tertutup matanya yang mirip Maduro mengenakan pakaian olahraga dan headphone.
Perkembangan yang dilaporkan ini telah meningkatkan kekhawatiran di pasar energi, karena setiap eskalasi yang melibatkan Venezuela dapat mengganggu rute pasokan minyak atau memicu sanksi dan tindakan balasan lebih lanjut.
Kementerian Luar Negeri Venezuela menyatakan berencana mengajukan banding formal ke organisasi internasional dan telah mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menggelar pertemuan darurat menanggapi insiden tersebut, menggarisbawahi kekhawatiran akan dampak yang lebih luas di kawasan dan global.
Berita terkait: Indonesia peringatkan serangan AS ke Venezuela beresiko ciptakan preseden berbahaya
Penerjemah: Fianda Sjofjan Rassat, Mecca Yumna
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026