Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia mempercepat upaya pemulihan bencana di Pulau Sumatra, dengan sebagian besar infrastruktur konektivitas kini sudah beroperasi dan mendukung mobilitas publik serta distribusi logistik.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan jalan dan jembatan nasional di daerah terdampak tidak mengalami gangguan besar.
“Tidak ada masalah dengan jalan dan jembatan nasional. Ada tanah longsor, tapi kami bisa perbaiki dalam kurang dari 24 jam,” ujarnya dalam keterangan pada Minggu.
Berdasarkan data, 107 ruas jalan dan 43 jembatan yang terdampak telah pulih sepenuhnya. Dari 2.421 ruas jalan daerah yang terdampak, sebanyak 2.277 (94 persen) sudah dapat dilalui, sementara 792 dari 1.181 jembatan (67 persen) telah beroperasi kembali.
Namun, beberapa wilayah masih terdampak parah, khususnya di Provinsi Aceh, dimana curah hujan tinggi dan aliran lumpur dari hulu terus menjadi tantangan.
“Masalah utama di Aceh adalah lumpur, dan hujan masih turun. Dalam kondisi ini, pekerjaan harus dipercepat,” kata Dody.
Sebagai pencegahan terhadap bencana lebih lanjut, kementerian mempercepat upaya pengendalian sediment, termasuk pembangunan dam sabo untuk menahan kayu dan sediment dari daerah hulu.
“Saya lihat banyak kayu di jalan nasional menuju Gayo Luwes. Saya khawatir itu mungkin hanyut kembali ke Tamiang,” tambah Dody.
Berita terkait: Pemulihan bencana di Sumatra masih berlangsung
Kementerian PU juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk upaya modifikasi cuaca, sekaligus mempercepat pembersihan permukiman melalui program padat karya di daerah terdampak seperti Pidie Jaya dan Aceh Tamiang.
Di sektor pelayanan dasar, pemulihan juga menunjukkan kemajuan signifikan. Dari 176 sistem penyediaan air minum yang terdampak, 165 unit telah beroperasi kembali.
Untuk penyediaan air baku, pembangunan sumur bor dalam telah mencapai 70 unit, sementara sumur bor dangkal mencapai 34 unit.
Untuk mendukung pemulihan pertanian, kementerian berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk mempercepat pembersihan lumpur dari sawah dan memulihkan jaringan irigasi primer dan sekunder.
Kementerian PU juga memastikan pemantauan lapangan yang intensif, termasuk di daerah terpencil, untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur darurat seperti jembatan sementara dan mencegah gangguan distribusi logistik.
Mereka juga berkoordinasi dengan TNI AD untuk memastikan respons cepat di daerah yang membutuhkan dukungan infrastruktur mendesak.
Kementerian menegaskan kembali komitmennya untuk mempercepat pemulihan bencana secara komprehensif melalui prinsip “build back better”, memastikan infrastruktur yang dibangun kembali lebih tangguh dan mendukung pemulihan sosial-ekonomi berkelanjutan.
Berita terkait: Pemerintah percepat perumahan tetap untuk korban bencana Sumatra
Berita terkait: Setelah empat bulan, Sumatra beralih dari darurat ke rekonstruksi
Penerjemah: Suharsana Aji Sasra J C, Cindy Frishanti Octavia
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026