Indonesia Mulai Revitalisasi 809 Sekolah di Nusa Tenggara Timur

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia resmi meluncurkan program revitalisasi 809 sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) senilai Rp630 miliar untuk tahun fiskal 2026. Hal ini diumumkan oleh para pejabat pada hari Senin.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa program ini secara resmi dimulai dengan upacara peletakan batu pertama di sebuah taman kanak-kanak di Kota Kupang. Ini menandai dimulainya renovasi besar-besaran di sekolah-sekolah se-parti provinsi.

Dia menjelaskan bahwa NTT mendapat prioritas karena banyaknya sekolah yang berada di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serat untuk mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto soal program wajib belajar 13 tahun.

“Mudah-mudahan dengan pembangunan ini, kegiatan belajar mengajar dan kualitaas pendidikan di NTT bisa meningkat,” ujar Mu’ti.

Hingga April 2026, sembilan sekolah telah menandatangani perjanjian kerja sama. Sementara 800 sekolah lainnya enih melalui proses verifikasi dan validasi sebelum perjanjian tersebut bisa rampung, tambah Mu’ti.

Di Kabupaten Kupang, 37 sekolah sedang dalam tahap verivikasi dengan total alokasi anggaran Rp17,10 miliar. Sementara itu, empat sekolah di Kota Kupang juga berada di tahap yang sama.

Mu’ti juga mengatakan, revitalisasi sebuah taman kanak-kanak Kristen di Kupang diharapkan selesai dalam waktu empat bulan, tepatnya pada Agustus 2026. Proyek ini juga mendukung wacana pemberlakukan satu tahun pendidikan prasekolah yang wajib.

Dia berharap program ini mampu memperkuat pengembangan sumber daya manusia di provinsi tersebut dengan meningkatan standar secara keseluruhan.

MEMBACA  Menteri Perhubungan Mengunjungi Sri Mulyani untuk Membahas IKN dan Pembangunan LRT di Bali

Tinggalkan komentar