Indonesia Menorehkan Sejarah Melalui Satelit Nusantara Lima

Minggu, 1 Februari 2026 – 23:56 WIB

Jakarta, VIVA – Satelit Nusantara Lima (SNL/ Satelit N5) resmi dinyatakan sudah tiba di orbit geostasioner pada 113 derajat Bujur Timur, tepatnya di atas Pulau Kalimantan. Ketinggiannya sekitar 35.786 kilometer dari permukaan bumi. Pernyataan ini dikeluarkan pada Kamis, 29 Januari 2026.

Keberhasilan ini menandai selesainya tahapan Electric Orbit Raising (EOR). Ini adalah fase di mana satelit bergerak ke orbit tujuannya memakai sistem penggerak listrik. Sistem ini secara bertahap mengubah orbit yang berbentuk elips menjadi orbit lingkaran. Proses ini berlangsung sejak satelit diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, menggunakan Roket Falcon 9 milik SpaceX pada 12 September 2025.

Baca Juga :
Menata PSN dari Percepatan ke Tata Kelola Berkelanjutan

Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Adi Rahman Adiwoso, menyatakan bahwa kedatangan Satelit N5 di orbit adalah pencapaian strategis. Ini juga merupakan milestone penting untuk memperkuat infrastruktur satelit nasional dan mewujudkan kedaulatan ruang angkasa Indonesia.

Baca Juga :
Daftar Lengkap 50 Tol Masuk Proyek Strategis Nasional Era Prabowo, 10 Warisan dari Jokowi

Satelit ini akan berperan dalam pemerataan akses internet di seluruh Indonesia. Diharapkan, akses internet yang terjangkau ini dapat mendongkrak perekonomian, meningkatkan layanan publik, sektor kesehatan, lingkungan, hingga pertahanan dan keamanan.

“Keberhasilan proses EOR menegaskan kesiapan teknologi satelit ini untuk masuk ke tahap selanjutnya. SNL adalah bagian dari komitmen PSN dalam menyediakan konektivitas berkapasitas besar dan andal untuk Indonesia,” ujar Adi pada Minggu, 1 Februari 2026.

Baca Juga :
Kebijakan Baru soal PSN Tropical Coastland, Manajemen PIK 2 Pastikan Tidak Terdampak

SNL adalah satelit berteknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan total kapasitas lebih dari 160 Gbps. Satelit ini menggunakan platform Boeing 702MP dan memiliki 101 spot beam pita Ka yang bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

MEMBACA  BAKTI Menghubungkan 30.000 Titik Layanan Publik Melalui SATRIA-1

SNL disebut-sebut sebagai The Most Advanced VHTS di dunia. Kekuatannya akan melebihi satelit lain di kawasan Asia, dan terminal VSAT N5 akan sangat canggih serta mutakhir. Berkat kapasitas bandwidth yang lebih besar, PSN juga bisa menyediakan layanan broadband hingga ke negara-negara ASEAN seperti Malaysia dan Filipina.

Satelit ini dirancang untuk beroperasi lebih dari 15 tahun. Ia mengusung teknologi digital payload untuk mengelola lalu lintas data dengan lebih fleksibel dan efisien. Nantinya, dengan beroperasinya Satelit N5, Indonesia akan memiliki kapasitas lebih dari 400 Gbps, yang terbesar di kawasan Asia Pasifik.

Sebagai informasi, Gross Merchandise Value (GMV) Indonesia diproyeksikan mencapai US$360 miliar pada tahun 2030. Karena proyeksi ini, Indonesia diharapkan menjadi pasar digital terbesar di Asia Tenggara.

Halaman Selanjutnya
Project Director SNL yang juga merupakan Direktur Teknologi PSN, Satrio Adiwicaksono, menjelaskan bahwa setelah tiba di orbit, satelit akan segera memasuki fase Pengujian (Testing).

Tinggalkan komentar