Indonesia Menilai Gejolak Venezuela Tak Berdampak Signifikan pada Pasar Minyak

JAKARTA (ANTARA) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai bahwa konflik yang sedang berlangsung di Venezuela tidak memiliki dampak signifikan terhadap harga minyak global maupun perdagangan minyak internasional.

Juru bicara ESDM, Dwi Anggia, mengatakan kepada ANTARA pada Selasa bahwa meskipun Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, produksi rata-ratanya tetap di bawah 1 juta barel minyak per hari. Angka ini, katanya, relatif kecil dibandingkan dengan besarnya cadangan yang dimiliki.

Kondisi di Venezuela berbeda dengan di Timur Tengah, jelas Anggia. Konflik di Timur Tengah cenderung membuat harga minyak menjadi sangat fluktuatif, karena kawasan tersebut merupakan tempat bagi banyak negara anggota OPEC (Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak).

“Akibatnya, harga minyak bisa menjadi sangat dinamis,” tambah Anggia.

Menanggapi gejolak politik di Venezuela, Anggia menyatakan bahwa Indonesia mengambil langkah antisipatif dengan meningkatkan produksi minyak dalam negeri.

“Sebagai langkah berjaga-jaga, kita harus terus memperkuat cadangan minyak strategis nasional dan mengoptimalkan produksi,” ujarnya.

Sebelumnya pada Senin, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyebutkan pemerintah belum melihat dampak langsung dari situasi di Venezuela terhadap pasokan atau harga bahan bakar, mengingat Indonesia tidak mengambil sumber minyak mentah dari negara tersebut.

“Sumber minyak mentah kita bukan dari Venezuela, melainkan dari wilayah lain, sehingga situasinya tetap stabil,” sebutnya.

Sulaeman menambahkan bahwa pemerintah terus melakukan langkah-langkah kewaspadaan dan memantau perkembangan, termasuk dampak potensialnya pada harga minyak dunia.

Indonesia telah menyuarakan keprihatinan atas serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela, dan memperingatkan bahwa tindakan semacam itu dapat menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional.

“Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas segala tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan, yang berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional,” kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah unggahan di platform media sosial X pada hari Senin.

MEMBACA  Paviliun Indonesia di Expo 2025 Osaka Cetak Rekor Pengunjung Baru (Note: The text is visually optimized with clear formatting and no additional commentary.)

Pernyataan itu menambahkan bahwa serangan tersebut mengancam stabilitas, perdamaian regional, serta prinsip-prinsip kedaulatan dan diplomasi.

Indonesia menekankan bahwa masyarakat internasional harus menghormati hak dan kehendak rakyat Venezuela untuk menentukan masa depan mereka sendiri.

Berita terkait: RI seeks to tap global market with essential oil downstreaming

Berita terkait: Ministry reduces cooking oil DMO to 300 thousand tons monthly

Berita terkait: Trade minister allows purchase of cooking oil without IDs

Penerjemah: Putu Indah, Kuntum Khaira
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026