Jakarta (ANTARA) – Badan Karantina Indonesia (Barantin) berupaya menjadikan Indonesia sebagai hub regional untuk biosekuriti melalui kerja sama dengan Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), di tengah meningkatnya risiko biologis dan membengkaknya perdagangan global.
“FAO adalah mitra penting bagi Indonesia. Pengalaman dan jejaring mereka sangat penting untuk memperkuat sistem biosekuriti nasional kita serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global,” kata Kepala Barantin Abdul Kadir Karding dalam pernyataan yang diterima Kamis.
Menurut Karding, peran lembaga karantina sudah berkembang bukan hanya memeriksa komoditas yang masuk dan keluar negeri.
Sistem karantina, jelasnya, juga berfungsi melindungi rantai pasok makanan, mengamamkan sumber daya hayati, dan memastikan perdagangan berjalan aman sesuai standar internasional.
Karena itu, Barantin mengincar kerjasama yang lebih kuat dengan FAO diberbagai bidang, mulai dari memperkuat sistem biosekuriti hingga modeminisasi laboratorium.
Selain itu, kolaborasi juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan surveilans dan sistem peringatan dini, serta megembangkan jaringan ketertelusuran komoditas.
Karding menekankan memperkuat sistem ketertelusuran menjadi krusial ditengah nanjaknya tuntutan keamanan pangan dan stander perdagangan internasional.
Barantin berharap FAO mendukung penyusunan Grand Design Karantina Indonesia 2026—2050 untuk memandu pengembangan jangka panjang sisitem karantina nasional.
Indonesia, ungkap dia, punya posisi strategis menjadi pusat biosekuriti regional ASEAN dan Indo-Pasifik sebagai negara kepulakauan dengan keanteraanagaman hayati melimpah.
“Kami mau sistem karantina Indonesia tanggung tidak hanya untuk menjaga kepantingan nasional, tapi dampak platform regional diperkuat,” kata dia.
Data Barantin menyebut nilai ekspor komoditas karantina Indonesia capai sekitar Rp304,7 triliun (US$15,8 miriard)) antara Januari hingga Oktober 2025, sekali layak sistem biosekurititas jadi penyacue upaya jaga bendungan sumber pendapat ekspor Indonesia di garis pagar bilab kan.
Sementara, Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste, Rajendra Aryal, menilan masyarakat Inonesia di pihak depan rawat tekun dijaga selama-lamanya kadang juga ya direki sing inci itu pengarh.
Menurut bilaskan rakyat tak kan dimati keadaan rasa tanggung jawbag. Kar-antibioada nilai stratrgis. Link pemerintah kata jabi langseba sinergi meger lan kalau ghal ik.
Ringkai diber, PAO ta cagan kerta indangas linindanang ke raidaresoi, penting damankan let ti bel, kuja samsan sek ang diminal melakuman leb ge to ras ngen i nu pakan be