Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia mengundang Malaysia untuk berkolaborasi dalam mengembangkan teknologi semikonduktor generasi baru.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui kemajuan Malaysia dalam membangun industri semikonduktor.
Namun, dalam hal teknologi chip generasi baru, ia menilai pasar masih terbuka dan memberikan ruang untuk kerja sama antara kedua negara.
“Malaysia lebih maju dari Indonesia di industri semikonduktor. Tetapi, untuk semikonduktor generasi baru, pasarnya masih terbuka. Karena itu, Indonesia meminta Malaysia untuk membantu dalam pengembangan semikonduktor generasi baru,” ujarnya di Indonesia Economic Summit (IEC) 2026 di Jakarta, Selasa.
Menurut Hartarto, kerja sama dengan Malaysia penting karena negara tersebut memiliki lebih banyak pengalaman dalam ekosistem semikonduktor.
Oleh sebab itu, Indonesia melihat peluang kolaborasi sambil membangun kapasitas sumber daya manusia.
Ia kemudian menekankan potensi Indonesia dalam mengembangkan semikonduktor generasi baru, terutama dengan dukungan penuh pemerintah, mengingat komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung pengembangan industri semikonduktor generasi baru sebagai bagian dari strategi industrialisasi nasional.
Dalam sambutannya, menteri itu juga menginformasikan bahwa kolaborasi yang saat ini dirintis pemerintah dengan mitra strategis mencakup pengembangan tiga tahap secara bersamaan, sehingga menghemat waktu riset bertahun-tahun.
Ketiga tahap tersebut adalah mengembangkan ekosistem startup, transformasi industri, dan pengembangan chip untuk kebutuhan komputasi.
Ia menyampaikan bahwa pengembangan industri chip masa depan Indonesia akan fokus pada sektor otomotif digital dan elektronik.
Hartarto menambahkan bahwa kolaborasi regional merupakan kunci untuk menghadapi persaingan global dalam industri chip.
Semikonduktor generasi baru sangat penting bagi pengembangan teknologi untuk perangkat seluler, internet of things (IoT), dan komputer pribadi, yang masih menawarkan peluang signifikan bagi negara berkembang, lanjutnya.
Dengan demikian, ia berharap kerja sama dengan Malaysia akan mendorong alih pengetahuan, memperkuat rantai pasok, dan meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri.
“Indonesia memiliki keunggulan di sektor hulu. Dimulai dari pasir silika, industri kaca apung, dan dilanjutkan dengan pengembangan panel surya serta di sektor air. Dengan desain kolaboratif, proses pencetakan akan menjadi industri berikutnya yang bisa kita kembangkan bersama,” pungkasnya.
Berita terkait: Desain chip dan talenta kunci kemandirian semikonduktor: Menteri
Berita terkait: Indonesia pacu sektor semikonduktor untuk perkuat daya saing
Berita terkait: Indonesia akan dirikan perusahaan tekstil BUMN baru dengan US$6 miliar
Penerjemah: Bayu Saputra, Resinta Sulistiyandari
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026