loading…
Pernyataan Bersama dibacakan oleh Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Duta Besar Umar Hadi, dalam jumpa media yang diadakan bersama Indonesia dan Prancis di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, pada 9 April 2026. Foto/kemlu ri
NEW YORK – Menanggapi perkembangan situasi keamanan terbaru di Lebanon yang mempengaruhi pasukan penjaga perdamaian, Indonesia menginisiasi Pernyataan Bersama tentang Keamanan dan Keselamatan Pasukan Penjaga Perdamaian. Pernyataan ini didukung oleh negara-negara penyumbang pasukan untuk Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) serta beberapa negara lain.
Hingga pukul 16.30 waktu New York (9/4/2026), sebanyak 73 negara dan pengamat PBB telah bergabung dalam Pernyataan Bersama tersebut.
Pernyataan itu dibacakan Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Duta Besar Umar Hadi, dalam jumpa media yang diselenggarakan bersama Indonesia dan Prancis di Markas PBB, New York, pada 9 April 2026. Acara ini juga dihadiri perwakilan dari berbagai negara, seperti Inggris, Rusia, China, Pakistan, Bahrain, Spanyol, dan Malaysia.
Inisiatif ini merupakan tindak lanjut nyata dari komitmen Indonesia yang disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, untuk mengambil langkah tegas dalam merespon serangan-serangan sejak akhir Maret 2026. Serangan-serangan ini menyebabkan gugurnya tiga personel penjaga perdamaian Indonesia dan melukai beberapa personel lain dari Prancis, Ghana, Indonesia, Nepal, dan Polandia.
Kementerian Luar Negeri RI terus mendorong Dewan Keamanan PBB untuk melanjutkan penyelidikan menyeluruh terhadap semua insiden yang melibatkan pasukan penjaga perdamaian.