Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia mengumumkan rencana ekspor beras premium sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi. Ekspor ini untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sekitar 200.000 jemaah haji Indonesia selama musim haji 2026.
Kebijakan ini ditetapkan dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Jakarta.
Hasan menekankan bahwa ekspor akan dimulai tahun ini dan memastikan bahwa pasokan dalam negeri serta stabilitas harga tidak akan terganggu.
“Kami akan bekerja keras agar jemaah haji kita menerima beras dari Indonesia. Kami mendukung penuh keputusan ini,” kata Hasan usai rapat.
Para pejabat menyoroti bahwa inisiatif ini tak hanya menyediakan makanan yang familiar bagi jemaah, tetapi juga memperkenalkan produk pertanian Indonesia di kancah internasional.
Direktur Utama Perusahaan Badan Usaha Milik Negara Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan persiapan sedang dilakukan untuk mengirim beras sesuai permintaan dari manajer dapur di Arab Saudi.
Pengiriman pertama sebanyak 2.280 ton dijadwalkan pada akhir Februari, dengan tambahan 3.000 ton lainnya dalam keadaan siaga untuk memenuhi permintaan lebih.
Beras ini memenuhi standar mutu internasional, dengan spesifikasi seperti tingkat beras patah maksimal 5 persen dan kadar air di bawah 14 persen. Beras diproses menggunakan teknologi penggilingan modern untuk memastikan kesegaran dan konsistensi.
Ramdhani mencatat bahwa otoritas Saudi telah merespon positif rencana ini, mengingat Indonesia merupakan sumber jemaah haji terbesar setiap tahunnya.
Koordinasi perizinan impor saat ini ditangani melalui kementerian perdagangan kedua negara.
Pemerintah memandang inisiatif ini sebagai langkah awal untuk memperluas ekspor produk pangan bernilai tambah.
Meskipun pengiriman awal akan beroperasi di bawah skema bisnis-ke-bisnis, pejabat mempertimbangkan pengaturan yang lebih permanen di masa depan.
Penerjemah: Aria Ananda, Resinta Sulistiyandari
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026