Indonesia Kirim 200 Pekerja Migran ke Jepang Melalui Skema SSW

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia mengirim 200 pekerja migran melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) sektor manufaktur ke Jepang, kata Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar pada Jumat.

“Keberangkatan hari ini membuktikan bahwa program SMK Go Global adalah kunci untuk memperluas akses tenaga kerja Indonesia masuk ke pasar kerja global,” ujarnya di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperluas akses tenaga kerja ke pasar luar negeri melalui program SMK Go Global.

Dia mengatakan program ini adalah prioritas Presiden Prabowo Subianto, sesuai instruksi setelah rapat kabinet pada 5 November 2025.

“Ini merupakan fase percontohan awal yang didanai oleh CSR BUMN. Model ini akan diuji dan disempurnakan sebelum dijalankan sebagai program reguler,” kata Muhaimim.

Berita terkait: Indonesia tingkatkan pengawasan terhadap pekerja migran di Timur Tengah

Dia menyatakan program ini bertujuan menyiapkan bakat Indonesia agar bisa bersaing secara global dan mewakili kualitas tenaga kerja nasional.

Dia menambahkan bahwa pekerja migran tetap menjadi prioritas nasional untuk mencapai kesejahteraan jangka panjang.

“Mereka diharapkan tidak hanya bekerja di luar negeri, tetapi juga menjadi agen transformasi ekonomi saat pulang ke tanah air,” tambah Muhaimin.

“Dengan pengetahuan global, budaya kerja, dan jaringan yang didapat, mereka dapat berkontribusi bagi industri dalam negeri. Negara akan terus melindungi dan memfasilitasi mereka,” ujarnya.

Ke-200 pekerja dikirim melalui beberapa skema, termasuk 50 orang lewat program CSR PT Angkasa Pura, 30 orang lewat program CSR PT Kereta Api Indonesia, dan 120 orang melalui agen penempatan pekerja migran berizin (P3MI).

Berita terkait: Indonesia targetkan hingga 500.000 pekerja migran pada 2026
Berita terkait: Indonesia dan Malaysia bentuk satgas percepat pekerjaan untuk pekerja migran

MEMBACA  ITS Menerima 2.363 Mahasiswa Baru Melalui Jalur SNBT 2025

Penerjemah: Anita, Kenzu
Editor: Anton Santomo
Copyright © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar