Indonesia Kaji Insentif Kendaraan Listrik Bersama Industri dan Regulator

Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah sedang membahas insentif kendaraan listrik dengan regulator dan pelaku industri. Detailnya masih dalam kajian untuk mempercepat adopsi.

Purbaya mengatakan pembicaraan dengan Gaikindo mencakup usulan insentif untuk mobil listrik, meski skema akhir belum disepakati.

“Gaikindo mengundang kami tidak hanya ke pameran otomotif, tapi juga mendiskusikan insentif apa yang mungkin diperlukan untuk mobil listrik,” ujarnya kepada wartawan di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat.

Dia menambahkan, pembahasan masih berlangsung dan akan terus dilakukan sambil pemerintah mengevaluasi pilihan.

Untuk sepeda motor listrik, Purbaya menyebut Kementerian Keuangan berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Insentif kemungkinan ditargetkan untuk model generasi terbaru.

“Saya akan lanjutkan diskusi dengan Menperin tentang kemungkinan insentif untuk motor listrik baru,” katanya.

Agus mengonfirmasi koordinasi yang berjalan. Besaran dan struktur insentif masih dalam pembahasan.

“Kami masih mendiskusikannya,” kata Agus pada Kamis.

Dia menambahkan, pemerintah menyiapkan regulasi untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik, khususnya sepeda motor yang mendominasi pasar transportasi Indonesia.

Di sisi lain, produksi motor konvensional akan tetap berjalan namun dialihkan ke pasar ekspor, terutama tujuan non-tradisional.

Agus menyebut Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan transisi ke kendaraan berbasis listrik untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

“Tidak ada pilihan lain selain bertransisi ke listrik seiring kebutuhan mengurangi ketergantungan pada BBM yang semakin jelas,” ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto pada Kamis menyatakan Indonesia menargetkan memulai produksi massal sedan listrik pada 2028 sebagai bagian dari pengembangan industri kendaraan listrik domestik.

Berita terkait: Ekonom desak insentif kendaraan listrik terus diberika seiring melemahnya permintaan kelas menengah

Berita terkait: Insentif lebih besar untuk produsen kendaraan listrik yang gunakan lebih banyak komponen dalam negeri

MEMBACA  Indonesia dan China Eksplorasi Kerja Sama Baru Senilai Rp163 Triliun

Berita terkait: Pemerintah perpanjang insentif konversi motor listrik hingga 2025

Penerjemah: Imamatul Silfia, Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar