Jakarta (ANTARA) –
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia mengumpulkan ilmuwan terkemuka dari seluruh dunia di Bogor pada Senin untuk memperkuat pemuliaan pisang global melalui kolaborasi internasional dan riset canggih.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan pertemuan bertajuk Koleksi, Karakterisasi dan Pra-Pemuliaan Pisang Liar ini menunjukkan bagaimana kemitraan global bisa mengatasi tantangan pertanian bersama dengan mengintegrasikan keahlian biologi, genetika, dan pemuliaan.
“Di tingkat nasional, kami bangga memiliki BRIN sebagai mitra inti dalam projek ini, yang menghimpun peneliti dengan keahlian luas dan pengetahuan mendalam tentang keanekaragaman pisang liar Indonesia,” kata Arif dalam pernyataan yang diterima di Jakarta.
Indonesia, yang diakui sebagai salah satu pusat asal dan keanekaragaman pisang dunia, memiliki 16 subspesies pisang liar. Ini menjadi sumber daya genetik yang sangat berharga untuk ketahanan penyakit dan adaptasi iklim, ujarnya, yang disebut vital untuk program pemuliaan masa depan.
“Sumber daya genetik ini adalah tulang punggung dari upaya ilmiah kami,” kata Arif, menekankan peran strategisnya dalam memperkuat produksi pisang berkelanjutan di seluruh dunia.
Forum ini juga menandai peluncuran Banana Innovation, Network, Database (BIND) Center, yang dirancang sebagai pusat global permanen yang mengintegrasikan eksplorasi, karakterisasi, dan riset pra-pemuliaan ke dalam basis data digital komprehensif.
Melalui BIND Center, Indonesia bertujuan membangun program internasional yang berkelanjutan untuk mendukung strategi pemuliaan jangka panjang, memperkuat kerjasama ilmiah, dan memposisikan negara sebagai kontributor utama bagi riset pisang global.
Peserta termasuk peneliti dari BRIN, Universitas IPB, dan Universitas Padjadjaran, bersama pakar internasional dari University of Queensland di Australia, Wageningen University Research di Belanda, Meise Botanic Gardens dan Alliance of Bioversity International serta CIAT di Belgia, Institute of Experimental Botany di Republik Ceko, dan International Institute of Tropical Agriculture di Nigeria.
Berita terkait: Rejang Lebong berupaya lestarikan pisang Curup lokal
Berita terkait: Akademisi buat mulsa dari limbah pisang dan eceng gondok untuk cegah gulma
Penerjemah: Sean Filo Muhamad, Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026