Jakarta (ANTARA) – Indonesia akan bermitra dengan World Economic Forum (WEF) untuk menyelenggarakan Ocean Impact Summit perdana di Bali pada 8-9 Juni 2026. Tujuannya adalah untuk memperkuat kepemimpinan global Indonesia dalam ekonomi biru.
Kepala Kerja Sama Multilateral Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Desri Yanti, menyatakan kolaborasi dengan WEF akan meningkatkan kredibilitas global acara ini dan mempertegas posisi Indonesia di bidang ekonomi kelautan.
“Tujuan kami adalah menjadikan Indonesia pusat ekonomi kelautan global, tidak hanya di Asia Tenggara, mengingat posisi kita sebagai negara kepulauan terbesar di dunia,” kata Desri dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan summit ini diharapkan dapat mengukuhkan kepemimpinan Indonesia di sektor kelautan dan perikanan sekaligus memperluas perannya di panggung dunia.
Penasehat Senior Menteri Bidang Ekologi dan Sumber Daya Kelautan KKP, Hendra Yusran Siry, menambahkan bahwa acara ini juga didukung oleh OceanX, sebuah lembaga nirlaba global yang fokus pada teknologi dan inovasi kelautan berkelanjutan.
Kerja sama ini diharapkan dapat melahirkan inovasi yang selaras dengan prinsip ekonomi biru, mendukung pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, serta menjaga ekosistem laut.
Hendra menyebutkan berbagai peluang, mulai dari plastik biodegradabel berbasis rumput laut hingga pemanfaatan organisme laut dalam untuk pengembangan biokosmetik dan biofarmasi, sebagai industri masa depan.
“Ini akan menjadi industri masa depan. Ocean Impact Summit adalah jalur strategis untuk mendorong inovasi dan investasi, yang harus dilakukan secara konsisten agar mitra dan calon investor dapat memahami betul potensi besar Indonesia,” ujarnya.
Penasihat Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Doni Ismanto Darwin, mengatakan persiapan untuk forum internasional ini sedang berlangsung. Forum ini akan menghimpun perwakilan pemerintah dan pimpinan organisasi global.
Summit tersebut akan menjadi platform kunci untuk mempromosikan pengembangan potensi kelautan dan perikanan Indonesia yang inovatif dan berkelanjutan, sesuai prinsip ekonomi biru.
Dukungan WEF untuk summit di Bali ini diformalkan melalui penandatanganan letter of intent antara Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dengan pejabat senior WEF di sela-sela Pertemuan Tahunan WEF di Davos, yang disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pertemuan tahunan tersebut berlangsung pada 19-23 Januari 2026 dan dihadiri lebih dari 3.000 pemimpin global dari 130 negara, termasuk sekitar 850 kepala perusahaan internasional.
Berita terkait: Indonesia incar investasi global di Bali’s Ocean Impact Summit 2026
Berita terkait: WEF dukung Bali Ocean Impact Summit 2026, teken kesepakatan dengan Indonesia
Berita terkait: Davos 2026: Prabowo undang pemimpin dunia ke Bali Ocean Impact Summit
Penerjemah: Shofi Ayudiana, Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026