Jakarta (ANTARA) – Menteri Perdagangan Indonesia, Budi Santoso, dan Menteri Investasi, Industri, serta Perdagangan Uzbekistan, Laziz Kudratov, pada hari Senin telah meluncurkan negosiasi untuk Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara Indonesia dan Uzbekistan.
Berdasarkan keterangan tertulis, peluncuran ini ditandai dengan penandatanganan pernyataan bersama oleh kedua pihak melalui konferensi video. Selain itu, kedua belah pihak juga menandatangani Perjanjian tentang Kerja Sama Perdagangan dan Investasi.
“Peluncuran negosiasi FTA Indonesia-Uzbekistan hari ini menandai langkah penting dalam memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi antara kedua negara. Kami optimis bahwa perjanjian ini akan menjadi katalis untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Santoso.
Inisiatif ini mencerminkan visi kedua negara untuk membangun kemitraan ekonomi yang semakin erat, terbuka, dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang.
Menteri menyampaikan harapan agar FTA Indonesia-Uzbekistan dapat memperluas akses pasar untuk produk-produk unggulan masing-masing negara, memperkuat rantai nilai, dan menciptakan peluang nyata bagi dunia usaha, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Uzbekistan merupakan mitra strategis di Asia Tengah untuk meningkatkan konektivitas perdagangan regional dan global Indonesia. Posisi geografisnya yang strategis dapat menjadi pintu gerbang bagi produk-produk Indonesia untuk mengakses pasar regional yang lebih luas.
Santoso menekankan bahwa tim negosiasi Indonesia akan bekerja secara optimal dan konstruktif untuk menyelesaikan pembicaraan sesuai jadwal sambil menjaga kepentingan nasional.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kudratov atas penguatan kerja sama bilateral melalui fondasi kemitraan yang kuat.
Sementara itu, Kudratov menegaskan kembali komitmen kuat Uzbekistan untuk memperdalam kerja sama bilateral dengan Indonesia.
Seiring dengan peluncuran FTA, kedua menteri tersebut menandatangani Perjanjian Kerja Sama Perdagangan dan Investasi, yang mencakup pembentukan kelompok kerja bersama.
Kelompok kerja ini akan mengintensifkan pertukaran informasi, pengetahuan, dan keahlian teknis; mengidentifikasi dan melaksanakan proyek-proyek yang saling menguntungkan; serta menyelenggarakan program pelatihan bersama, pertemuan, dan seminar.
Pada tahun 2025, total perdagangan antara Indonesia dan Uzbekistan mencapai US$181,4 juta, yang mencerminkan peningkatan sebesar 48,9 persen dalam lima tahun terakhir (2021–2025).
Pertumbuhan ini menggarisbawahi meningkatnya kepercayaan di kalangan komunitas bisnis di kedua negara dan menyoroti perlunya kerangka kerja yang lebih terstruktur untuk memaksimalkan potensi yang ada.
Berita terkait: Jawa Timur eksplorasi kerja sama sister province dengan Samarkand
Berita terkait: Warisan dalam Harmoni: Indonesia dan Uzbekistan perdalam hubungan budaya
Penerjemah: Maria Cicilia, Raka Adji
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026