Indonesia dan UEK Kaji Proyek Strategis Menjelang 50 Tahun Hubungan Bilateral

Abu Dhabi (ANTARA) – Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) mendiskusikan sejumlah proyek strategis untuk memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara, termasuk inisiatif dalam pengembangan pusat data dan kerja sama pengolahan limbah menjadi energi.

Duta Besar Indonesia untuk UEA, Judha Nugraha, menyatakan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengadakan pertemuan dengan Menteri Energi dan Infrastruktur UEA serta Utusan Khusus untuk Indonesia, Suhail Mohamed Al Mazrouei, di Abu Dhabi pada Rabu. Pertemuan ini bertujuan mengeksplorasi proyek-proyek konkret yang dapat dipercepak.

“Pertemuan berfokus pada identifikasi proyek konkret yang bisa didorong segera, terutama menjelang peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia–UEA tahun ini,” kata Nugraha kepada ANTARA di sela-sela Abu Dhabi Sustainability Week.

Dia mencatat beberapa sektor prioritas yang dibahas, termasuk investasi minyak dan gas, pengembangan proyek waste-to-energy, serta industri pusat data yang makin dibutuhkan di era kecerdasan buatan (AI).

Dia menekankan, permintaan global untuk pusat data terus meningkat, sementara teknologi AI membutuhkan kapasitas komputasi skala besar dan konsumsi energi yang signifikan.

Untuk itu, Indonesia dan UEA juga mendiskusikan keterkaitan pengembangan pusat data dengan pemanfaatan energi terbarukan dan bersih, yang tetap menjadi fokus utama UEA, tambahnya.

Selain energi dan teknologi, Nugraha menyebut kedua negara juga meninjau potensi kerja sama di sektor logistik, mengingat posisi strategis Indonesia dan UEA sebagai hub regional.

Indonesia, katanya, dapat menjadi hub distribusi untuk UEA di Asia dan Asia Tenggara, sementara UEA dapat menjadi pintu gerbang Indonesia ke pasar Timur Tengah dan Afrika.

Nugraha menekankan, tujuan utama diskusi ini adalah memastikan semua komitmen dapat diwujudkan menjadi aksi nyata.

“Yang terpenting adalah bagaimana mengubah komitmen-komitmen ini menjadi tindakan riil,” ujarnya.

MEMBACA  Saya melarikan diri dari kamp Zamzam dengan seorang anak di pelukan dan barang bawaan di atas kepala

Dia menambahkan, kerja sama di bidang energi, teknologi, dan logistik akan menjadi pilar utama dalam memperkuat hubungan Indonesia–UEA, sekaligus membuka peluang investasi baru menjelang peringatan 50 tahun hubungan diplomatik.

Data dari Kementerian Investasi menunjukkan investasi UEA di Indonesia mencapai US$88,14 juta hingga kuartal ketiga 2025, meningkat dari US$32,73 juta yang tercatat pada 2024.

Investasi UEA tersebut mencakup berbagai sektor, termasuk listrik, gas, dan air; mesin dan elektronik; industri kertas; industri kimia dan farmasi; hotel dan restoran; serta pertambangan.

Berita terkait: Rumah sakit jantung baru Indonesia–UEA di Solo siap selamatkan ribuan nyawa

Berita terkait: Indonesia incar UEA untuk perluasan penempatan tenaga kerja migran

Penerjemah: Shofi Ayudiana
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar