Indonesia dan UEA Berikan Gratis Operasi Katarak untuk 500 Warga di Daerah Terpencil

Jakarta (ANTARA) – Indonesia dan Uni Emirat Arab memperluasa kerja sama dengan memberikan dana hibah sebesar 294.222 dirham untuk mendukung operasi katarak gratis bagi 500 warga di daerah terpencil, perbatasan, dan terluar (3T) yang memiliki akses terbatas ke fasilitas kesehtan.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono pada hari Jumat mengatakan bahwa kolaborasi dengan Yayasan Noor Dubai dari Uni Emirat Arab merupakan langkah konkret pemerintah untuk memastikan agar masyarakat tidak kehilangan kesempatan produktif akibat masalah penglihatan yang bisa diobati.

“Melalui operasi ini, kami berharap pasien bisa melihat dunia dengan jelas lagi. Ini adalah harapan sederhana untuk memulihakan kualitas hidup yang lebih baik bagi komunitas kami,” ujar Harbuwono.

Menurutnya, kemitraan ini adalah bagian dari komitmen berkelanjutan yang dimulai pada tahun 2025, di mana kolaborasi seperti ini akan berlanjut untuk berbagai program kesehatan mata lainnya di masa depan.

Ia juga mengatakan bahwa pemerintah bertujuan memperluas akses layanan kesehetan menggunakan teknologi konsultasi jarak jauh, sehingga masyarakat di daerah terpencil bisa mendapatkan pemeriksaan dokter spesialis yang cepat dan terhubung dengan rumah sakit pusat.

Harbuwono menekankan bahwa memperkuat layanan ini sangat penting, mengingat data nasional menujukkan bahwa setidaknya 48 persen dari 21 juta penduduk yang telah menjalani skrining kesehatan, 6 persen di antaranya memiliki masalah penglihatan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Terkait kegiatan ini, ia menjelaskan bahwa operasi dilakukan dengan prosedur yang teliti untuk menjamin keselamatan pasien melalui pemeriksaan ketat dua tahap.

“Awalnya, tenaga kesehatan bersama kader lapangan melakukan penjaringan terhadap warga yang memiliki keluhan penglihatan,” katanya.

Setelah itu, tim dokter spesialis dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari cek gula darah hingga pengukuran mata untuk menentukan lensa implan yang paling sesuai.

MEMBACA  Kejaksaan Agung Jadi Lembaga Penegak Hukum Paling Tepercaya, Disusul MK dan KPK

Kabupaten Kapuas di Kalimantan Tengah dipilih sebagai salah satu lokasi utama operasi karena tantangan geografis dan terbatasnya akses ke dokter spesialis.

Program pelayanan masyarakat ini berpusat di Vision Center Kapuas, sebuah fasilitas kesehatan mata yang telah melayani masyarakat sejak Juli 2023.

“Hingga saat ini, program bantuan ini telah berhasil menjangkau 200 pasien di Kalimantan Tengah, dan masing-masing 150 pasien di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mencapai target nasional pemulihan penglihatan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Harbuwono.

Tinggalkan komentar