Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia dan Selandia Baru telah menetapkan pandangan untuk mempererat hubungan budaya, mengeksplorasi program kerjasama potensial di berbagai bidang mulai dari film hingga warisan budaya dan museum.
Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon, mengatakan, “Kerja sama budaya dapat mencakup berbagai sektor strategis, seperti industri film, pertunjukan seni, penelitian budaya, festival buku, serta inisiatif untuk memperkuat warisan budaya dan museum.”
Ia mengusulkan untuk menerjemahkan peluang-peluang tersebut ke dalam sebuah nota kesepahaman saat menerima kunjungan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Phillip Taula, di kantor Kementerian Kebudayaan di Jakarta pada Jumat (3 Maret), menurut keterangan yang diterima pada Sabtu.
Zon mencatat bahwa pemerintah Indonesia terbuka untuk mengembangkan program residensi seniman guna memfasilitasi pertukaran ide dan akulturasi budaya antara kedua negara.
Menteri itu juga menunjuk berbagai kesempatan bagi Indonesia dan Selandia Baru untuk mengusulkan bersama item-item warisan budaya guna mendapatkan pengakuan internasional, menunjukkan komitmen bersama terhadap pelestarian.
Dia lebih lanjut menyoroti diplomasi budaya Indonesia yang semakin intensif di panggung global, dengan menyebut keberhasilan negara itu dalam menyelenggarakan Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) dan Konferensi Culture, Heritage, Arts, Narrative, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) pada tahun 2025.
Duta Besar Taula menyambut baik usulan-usulan tersebut, dan meyakinkan bahwa Selandia Baru memiliki hasrat yang sama dengan Indonesia untuk meningkatkan kerjasama bilateral melalui program-program budaya.
Ia mengatakan pemerintahnya terbuka untuk terlibat dengan Indonesia dalam pembicaraan lebih lanjut guna mengeksplorasi kolaborasi potensial, didorong oleh kesamaan antara kedua negara yang mencakup praktik budaya, tradisi, kuliner, seni, dan ekspresi.
Pertemuan bilateral itu diakhiri dengan pernyataan kesiapan Indonesia dan Selandia Baru untuk memanfaatkan potensi kerjasama budaya dengan harapan memperkuat hubungan mereka di masa depan.
Hadir juga dalam diskusi tersebut Direktur Jenderal Diplomasi Budaya, Promosi, dan Kerja Sama Indonesia, Endah Retnoastuti, serta staf ahli Menteri Zon untuk hukum dan kebijakan budaya, Masythoh Alkatiri.
Berita terkait: Duta Besar Selandia Baru soroti hubungan kuliner Maori-Papua
Berita terkait: Indonesia dan Selandia Baru tandatangani LoI untuk tingkatkan tata kelola karbon
Berita terkait: Indonesia cari kemitraan dengan Selandia Baru dibidang sumber daya manusia kesehatan
Penerjemah: Adimas R, Tegar Nurfitra
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026