Jakarta (ANTARA) – Menteri Kebudayaan Indonesia Fadli Zon bertemu dengan tim restorasi dari Archaeological Survey of India (ASI) untuk mendiskusikan kerjasama lanjutan dalam konservasi dan pemulihan kompleks Candi Prambanan.
Zon menekankan bahwa pelestarian di kawasan Prambanan harus dilihat dalam lanskap budaya yang lebih luas, mencakup Candi Sewu dan Plaosan, yang merefleksikan akulturasi Hindu dan Buddha di Nusantara.
“Prambanan bukan kompleks yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari lanskap budaya yang lebih luas bersama Sewu dan Plaosan. Jadi, konservasi harus memulihkan candi sekaligus menjaga seluruh ekosistem budaya,” ujarnya dalam pernyataan pada Senin.
Setelah kunjungan lapangan awal, tim ASI menilai beberapa candi perwara memerlukan konservasi lebih lanjut menggunakan metode anastilosis, yaitu merekonstruksi struktur dengan batu asli yang ditemukan di situs.
Pendekatan ini membangun kembali candi sebagian besar dengan material asli, sementara batu baru ditambahkan hanya jika diperlukan untuk stabilitas struktur.
Tim ASI juga mencatat tantangan dari banyaknya batu arsitektur yang tersebar di situs, yang menyulitkan identifikasi batu milik setiap kompleks candi dan memerlukan dokumentasi yang teliti.
Karenanya, pekerjaan restorasi tahap awal akan memprioritaskan pendokumentasian struktur candi dan komponen batunya sebelum memutuskan rencana pemugaran.
ASI mengusulkan untuk memulai dengan proyek percontohan restorasi pada satu atau dua candi perwara guna menentukan metode kerja yang paling efektif.
Zon menyatakan pemerintah Indonesia terbuka terhadap kerjasama internasional yang dapat memperkuat upaya konservasi situs warisan budaya, khususnya di kawasan Prambanan.
Ia berharap melalui kolaborasi semacam ini, pemulihan candi-candi perwara dapat dipercepat namun tetap berpegang pada prinsip-prinsip pelestarian cagar budaya.
“Kami juga terbuka untuk memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk pendekatan digital dan kecerdasan buatan, untuk membantu mengidentifikasi dan merakit kembali komponen batu candi,” katanya.
Berita terkait: Indonesia eyes Prambanan Shiva Festival as tourism flagship
Berita terkait: Prambanan Jazz bridges culture and diplomacy efforts: minister
Penerjemah: Farhan, Kenzu
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026