Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia dan Siprus telah mengambil langkah untuk memperluas kerjasama bilateral di bidang pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan penelitian.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia, Stella Christie, menerima kunjungan Duta Besar Siprus untuk Indonesia, Nikos Panayiotou, di Jakarta pada Rabu (1 April). Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak bersama-sama menyusun sebuah nota kesepahaman (MoU).
Dalam pernyataan yang dikutip Kamis ini, Christie menyatakan MoU ini dimaksudkan sebagai payung hukum. Hal ini akan memungkinkan universitas dan lembaga terkait di kedua negara untuk berkolaborasi tanpa perlu merundingkan perjanjian terpisah.
“Saya ingin kita memiliki MoU yang dapat jadi dasar kerjasama oleh institusi pendidikan tinggi,” ujar Christie. Ia menekankan pentingnya universitas fokus pada kolaborasi substantif daripada prosedur administrasi.
Wamen tersebut menyatakan keyakinannya bahwa banyaknya kesamaan antara Indonesia dan Siprus akan membuka jalan bagi kemitraan yang lebih luas dan menguntungkan kedua belah pihak. Ia menunjuk karakteristik bersama sebagai negara maritim, yang menurutnya memberikan “potensi besar” untuk kerjasama.
“Riset tentang kelautan belum sepenuhnya tergali. Satu bidang yang menarik adalah penangkapan karbon,” tambah Christie.
Di sisi lain, Duta Besar Panayiotou menekankan peran kunci kerjasama akademik dalam hubungan bilateral. Ia menyebutkan beberapa universitas di Siprus menyediakan beasiswa sarjana dan pascasarjana untuk mahasiswa Indonesia serta terbuka untuk bantuan dengan program doktoral.
Ia menggambarkan fasilitasi mobilitas akademik sebagai kunci untuk memungkinkan talenta dari kedua bangsa membangun jaringan dan memupuk hubungan profesional. Hal ini dapat mengarah pada kerjasama penelitian jangka panjang, termasuk yang dilakukan secara jarak jauh.
Dalam hal ini, duta besar menunjuk pada prospek kerjasama di bawah program Horizon Europe milik Uni Eropa.
Dalam pembicaraan di Jakarta, kedua pemerintah juga menjajaki kolaborasi di sektor strategis lainnya, termasuk ekonomi biru dan pariwisata.
Diumumkan bahwa delegasi Siprus yang berspesialisasi dalam teknologi dan inovasi dijadwalkan mengunjungi Indonesia pada akhir Juni 2026 untuk menjalin hubungan dengan universitas dan pemangku kepentingan terkait.
Berita terkait: Indonesia menjajaki kerjasama budaya dengan Siprus, Etiopia
Berita terkait: RI dan Siprus bahas upaya perkuat kemitraan
Penerjemah: Sean Filo, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026