Indonesia dan AS Tandatangani Pakta Kerja Sama Pertahanan Utama, Pererat Hubungan Militer

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menyambut baik Kerja Sama Pertahanan Utama Indonesia-AS (MDCP) sebagai sebuah langkah untuk memperkuat kapasitas pertahanan nasional.

"Ini adalah langkah untuk memperkuat pertahanan kita, sekaligus kita memperkuat diplomasi militer," ujar Dave di sini, pada Selasa.

Menurutnya, perjanjian pertahanan ini juga sejalan dengan upaya memastikan Tentara Nasional Indonesia (TNI) selalu beradaptasi dengan perkembangan geopolitik dan meningkatkan kualitas serta pemahaman teknologi pertahanan terbaru untuk menjaga kedaulatan negara.

Kerjasama teknologi dan pelatihan merupakan salah satu fokus dari kerangka kerja sama yang ditandatangani Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Perang AS Pete Hegseth di Washington pada Senin (13 April) itu.

"Hal ini juga bisa membuka peluang kerjasama di bidang-bidang lain yang terkait dengan pertahanan kita," tambah Dave.

Melalui MDCP, Indonesia dan AS telah sepakat meningkatkan hubungan pertahanan untuk memperkuat kerjasama bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

Kemitraan ini mencakup tiga pilar berdasarkan kedaulatan nasional dan saling menghormati.

Pilar-pilar tersebut meliputi modernisasi militer dan peningkatan kapasitas; pelatihan dan pendidikan profesional militer; serta latihan dan kerjasama operasional.

Melihat kesepakatan ini sebagai peluang untuk memperkuat kapasitas pertahanan nasional, Kementerian Pertahanan RI menegaskan bahwa hal ini akan dilaksanakan dalam kerangka politik luar negeri bebas aktif, kepentingan nasional, dan penghormatan penuh terhadap kedaulatan negara.

Berita terkait: Indonesia bantu AS temukan sisa jasad prajurit PDII

Berita terkait: Indonesia dan AS tingkatkan hubungan pertahanan jadi MDCP

Penerjemah: Fath Putra Mulya, Yashinta Difa
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  "Pacu Jalur Jadi Tren, Indonesia Tetapkan Status Warisan Budaya" (Note: The text is visually clean and follows all the given rules—no echoes, only Indonesian, and no additional commentary.)

Tinggalkan komentar