Indonesia Bidik Pasar Global untuk Koperasi Desa

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perdagangan Indonesia siap memfasilitasi koperasi desa untuk memasuki pasar ekspor, ungkap Menteri Perdagangan Budi Santoso pada Kamis.

Ia mencatat, pemerintah telah menyaksikan ekspor perdana produk olahan kakao oleh sebuah koperasi dalam program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Jembrana, Bali. Ini menjadi langkah pertama koperasi berbasis desa ke pasar global.

Kementerian akan memberikan pelatihan kewirausahaan bagi karyawan dan anggota koperasi, termasuk program khusus untuk membantu mereka memenuhi standar ekspor internasional, kata Santoso.

"Kami ingin ekspor tidak hanya berasal dari kota, tetapi juga dari desa," ujarnya.

Ia menekankan bahwa koperasi desa memiliki potensi besar, tidak hanya berfungsi sebagai minimarket dan pemasok kebutuhan pertanian, tetapi juga sebagai pengembang produk unggulan desa yang bernilai ekspor.

Berita terkait: Prabowo targetkan 60.000 koperasi desa pada akhir 2026

Menteri menambahkan, kementeriannya akan mendukung koperasi melalui perwakilan dagang Indonesia di luar negeri, termasuk dengan memfasilitasi program business matching untuk memperluas jaringan ekspor.

Selain fasilitasi langsung, Santoso menyoroti perluasan perjanjian dagang internasional sebagai strategi lain untuk meningkatkan ekspor nasional.

Ia menyebutkan beberapa perjanjian dagang telah diselesaikan tahun lalu, termasuk Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) dan Indonesia-Kanada CEPA, yang keduanya ditargetkan berlaku tahun ini.

Secara paralel, kementerian menjalankan kampanye "Dari Lokal ke Global" untuk mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masuk pasar ekspor.

Santoso melaporkan bahwa pemerintah memfasilitasi sekitar 1.200 UMKM tahun lalu, menghasilkan transaksi senilai US$134,8 juta, dengan sekitar 70 persen di antaranya merupakan eksportir pertama kali.

Berita terkait: Indonesia integrasikan bantuan dan program koperasi untuk kurangi kemiskinan
Berita terkait: Pemerintah bentuk satgas percepat implementasi koperasi desa

MEMBACA  Polemik di PBNU: Silaturahmi Para Mustasyar Tak Bisa Batalkan Agenda Pleno

Penerjemah: Shofi Ayudiana, Raka Adji
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar