Indonesia Bergerak menghidupkan Kembali 8.034 Industri Kecil Terdampak Banjir

Jakarta (ANTARA) – Kementrian Perindustrian Indonesia menetapkan target untuk membantu pemulihan 8.034 industri kecil yang terdampak banjir besar tahun lalu di Sumatera melalui program Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana (PRRP) pada tahun 2028.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan pelaksanaan program ini saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin.

“Program ini mencakup penyediaan mesin dan peralatan produksi sederhana, bahan baku produksi, pendampingan teknis, akses pembiayaan, akses pasar, sertifikasi halal, dan pendampingan hukum,” ungkapnya pada anggota dewan.

Kementrian memperkirakan program pemulihan untuk industri kecil di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan membutuhkan anggaran Rp329 miliar (setara US$18,1 juta) selama periode 2026–2028.

Pada tahun 2026, Rp170,5 miliar (US$9,3 juta) akan dialokasikan untuk 3.403 penerima manfaat. Selanjutnya, Rp120,5 miliar (US$6,6 juta) akan didistribusikan kepada 2.464 penerima pada 2027, lalu diikuti Rp38,3 miliar (US$2,1 juta) untuk 2.167 penerima di tahun 2028.

Kartasasmita berharap ada dukungan luas untuk upaya pemulihan ini, termasuk dari anggota DPR yang mewakili daerah terdampak bencana.

Kementrian telah menerbitkan Instruksi Menteri Perindustrian No. 1 Tahun 2026 sebagai dasar hukum untuk mempercepat pemulihan industri kecil di Sumatera.

Program ini akan dijalankan dengan skema “restart industri kecil” melalui dua pendekatan, yaitu dukungan sentra industri kecil dengan fasilitas produksi bersama, serta bantuan langsung ke unit usaha perorangan.

Tahap pertama berlangsung dari Januari hingga Februari 2026, fokus pada bantuan cepat agar usaha yang terkena dampak bisa mulai berproduksi kembali.

Bantuan selanjutnya sepanjang 2026 akan diberikan secara kasus-per-kasus setelah evaluasi proposal dan kondisi lapangan.

Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilanda banjir dan tanah longsor akibat curah hujan tinggi pada akhir November 2025.

MEMBACA  Lima Warga Indonesia Mendapatkan Penghargaan dari Jepang karena Menyelamatkan Wanita dari Tenggelam

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana itu menewaskan 1.207 orang, merusak lebih dari 300.000 rumah, serta mengganggu aktivitas ekonomi di seluruh wilayah.

Berita terkait:
Kementrian didesak percepat dana rehabilitasi Sumatera
Penanganan pasca-bencana Sumatera memasuki fase pemulihan permanen

Penerjemah: Muzdaffar Fauzan, Nabil Ihsan
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026<\/s>

Tinggalkan komentar