Semarang, Jawa Tengah (ANTARA) – Menteri Pekerjaan Umum Indonesia Dody Hanggodo mengumumkan rencana untuk membentuk satgas gabungan dengan operator kereta api negara PT KAI untuk melindungi jalur kereta dari banjir, paska gangguan baru-baru ini di Jawa utara.
“Rencana kami adalah bekerja sama dengan rekan-rekan di jasa perkeretaapian untuk membentuk satuan tugas. Semoga tidak ada lagi jalur kereta yang terganggu karena genangan air hujan atau banjir,” kata Hanggodo di Semarang, Minggu.
Menteri itu menjelaskan bahwa ia telah memeriksa fasilitas dan infrastruktur transportasi darat untuk memastikan kesiapan menjelang musim mudik Lebaran, ketika jutaan warga Indonesia bepergian ke berbagai daerah.
Pemeriksaannya mencakup rel kereta api, dengan fokus mencegah kerusakan atau keterlambatan akibat curah hujan tinggi.
Dia mencontohkan kejadian banjir baru-baru ini di Kabupaten Pekalongan dan Grobogan sebagai contoh risiko yang ditimbulkan oleh hujan deras musiman.
“Pendekatan seperti ini sangat penting karena layanan kereta api telah menjadi salah satu sarana transportasi utama, terutama bagi warga yang menuju daerah Jawa dan Jakarta saat mudik,” ujarnya.
Hanggodo menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga, dan mencatat bahwa ia akan mengirim surat resmi ke Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi untuk memperkuat koordinasi soal penanggulangan banjir.
“Kementerian PU memerlukan kerja sama dengan Kementerian Perhubungan dalam mengatasi tantangan ini,” tegasnya.
Pernyataannya ini muncul setelah banjir pada 17 Februari lalu merendam rel yang menghubungkan Stasiun Pekalongan dan Sragi sedalam 10 sentimeter, memaksa PT KAI membatalkan beberapa layanan dari Semarang.
Juru bicara perusahaan Luqman Arif kemudian melaporkan bahwa kereta api dapat melanjutkan perjalanan, meski hanya dengan kecepatan maksimal 10 kilometer per jam.
Berita terkait: Indonesia percepat perumahan pasca-bencana di Sumatra jelang Lebaran
Berita terkait: Bulog pastikan stok beras dan MinyaKita stabil jelang Lebaran
*Penerjemah: Suharsana A, Tegar Nurfitra
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026*