Indonesia Andalkan Bawang Putih dan Jagung NTB untuk Ketahanan Pangan

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia menetapkan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai pusat nasional untuk budidaya bawang putih dan jagung. Hal ini bertujuan meningkatkan produksi pertanian, kesejahteraan petani, dan ketahanan pangan, kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

“NTB adalah salah satu pilar utama pengembangan jagung dan bawang putih nasional serta berperan penting mendukung industri pakan ternak. Ini sejalan dengan target mencapai swasembada pangan pada periode 2026–2030,” ujar Sulaiman.

Dalam pernyataan di Jakarta, Senin, beliau menekankan NTB punya potensi besar untuk membantu Indonesia memenuhi tujuan ketahanan pangan. Caranya dengan mengurangi impor dan menaikan produksi dalam negeri, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri menyebutkan, provinsi tersebut memiliki sekitar 7.750 hektar lahan yang cocok untuk bawang putih. Kabupaten Lombok Timur menyumbang porsi terbesar, yaitu sekitar 2.500 hektar.

“Bawang putih adalah komoditas pertanian yang sangat menjanjikan. Produktivitasnya dapat ditingkatkan melalui pengelolaan yang tepat,” kata Sulaiman saat kunjungan ke Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.

Beliau menekankan perlunya kerjasama erat antara pemangku kepentingan dan petani untuk memanfaatkan potensi yang ada, khususnya dengan mengoptimalkan lahan pertanian yang menganggur.

“Kementerian Pertanian siap memberikan bibit gratis dan akan menanggung hampir semua biaya terkait program ini,” ujarnya. Ditambahkannya, kementerian juga siap memberikan pendampingan teknis kepada para petani.

Untuk produksi jagung, Sulaiman mengatakan pemerintah berencana mendirikan pabrik pakan ternak dengan dukungan investasi. Ini untuk menjamin penyerapan hasil panen lokal yang lebih baik dan menjaga harga stabil di tingkat produsen, sekaligus mendukung sektor peternakan.

“Saya mendorong semua pihak berupaya maksimal mendukung pengembangan jagung dan bawang putih di NTB untuk membangun masa depan provinsi yang lebih baik,” katanya, menyapa Gubernur Lalu Muhammad Iqbal dan pimpinan daerah.

MEMBACA  Tren Harga Minyak Rendah Diprediksi Tiba pada 2026, Sentuh Level USD56 per Barel

Berita terkait: Indonesia kembali impor bawang putih untuk tekan lonjakan harga pra-Ramadan

Berita terkait: Indonesia hentikan impor beras, gula, dan jagung pada 2026

Penerjemah: M. Harianto, Tegar Nurfitra
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar