Jakarta (ANTARA) – Indonesia akan menerapkan B50 biodiesel mulai 1 Juli setelah uji coba hampir enam bulan menunjukkan hasil positif, kata Menteri Energi Bahlil Lahadalia pada Senin.
Campuran B50 terdiri dari 50 persen minyak sawit mentah (CPO) dan 50 persen solar fosil, dan telah diuji di berbagai sektor, termasuk alat berat, kapal, kereta api, dan truk.
“Akan segera difinalisasi, dan implementasi akan dimulai pada 1 Juli,” kata Lahadalia. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini diharapkan memperkuat ketahanan energi dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor dan memperluas penggunaan sumber daya terbarukan domestik.
Menurut Lahadalia, ketegangan geopolitik baru-baru ini di Timur Tengah menggarisbawahi risiko yang dihadapi negara-negara yang sangat bergantung pada energi impor.
“Tanpa diversifikasi, ketahanan energi kita akan rentan. Kita harus mengandalkan sumber daya kita sendiri,” ujarnya.
Indonesia saat ini memberlakukan mandat B40, yang mencampur 40 persen biodiesel berbasis sawit dengan 60 persen solar minyak bumi.
Program B40 telah mengurangi impor solar sebanyak 3,3 juta kiloliter (kL) dan memotong emisi karbon sebesar 38,88 juta ton setara CO2, kata menteri tersebut.
Data pemerintah menunjukkan pemanfaatan biodiesel mencapai 14,2 juta kL pada 2025, atau 105,2 persen dari target 13,5 juta kL.
Rencana peralihan ke B50 adalah bagian dari strategi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan terhadap gangguan pasokan global.
Pemerintah memperkirakan kebijakan ini dapat mengurangi konsumsi bahan bakar fosil sekitar 4 juta kL per tahun.
Kebijakan ini juga diharapkan menghemat hingga Rp48 triliun (US$2,81 miliar) dalam subsidi, kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya.
Perusahaan energi negara PT Pertamina telah menyatakan kesiapan untuk mendukung peluncuran, termasuk pasokan dan distribusi.
Indonesia, produsen minyak sawit terbesar di dunia, telah memperluas penggunaan biodiesel dalam dekade terakhir untuk menekan impor bahan bakar dan menstabilkan permintaan minyak sawit domestik.
Pejabat menyatakan peluncuran B50 akan dilaksanakan secara bertahap untuk memastikan stabilitas pasokan dan kesiapan teknis di semua sektor.
Evaluasi lebih lanjut akan dilakukan selama fase awal untuk memantau kinerja dan mengatasi tantangan operasional yang potensial.
Berita terkait: Indonesia to maintain B40 biodiesel policy this year: Minister
Berita terkait: When Sumatra floods meet palm oil and biofuel ambitions
Penerjemah: Putu Indah Savitri, Yashinta Difa
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026