Sumatera Barat (ANTARA) – Kementerian Pertanian Indonesia sedang merehabilitasi sawah-sawah yang rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat. Ini merupakan bagian dari upaya pemulihan terkoordinasi di tiga provinsi yang terdampak bencana.
Program rehabilitasi ini diluncurkan secara serentak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menurut Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian, di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Kamis.
"Rehabilitasi sawah ini dilakukan serentak di tiga provinsi terdampak—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," ujar Herodian.
Berdasarkan data kementerian, di Sumatera Barat saja tercatat 6.451 hektar sawah yang rusak, tersebar di 14 kabupaten dan kota.
Dari total itu, sekitar 3.624 hektar dikategorikan rusak ringan hingga sedang, sementara lebih dari 2.000 hektar mengalami kerusakan parah, jelas Herodian.
Dia menyebutkan pemerintah daerah harus menyelesaikan persyaratan administratif sebelum rehabilitasi dimulai. Setelah itu, pekerjaan pemulihan akan berjalan serentak di kabupaten-kabupaten terdampak.
Rehabilitasi akan dimulai dengan membersihkan puing banjir seperti pasir, batu, dan kayu yang ditinggalkan banjir bandang akhir November 2025, dengan prioritas pada lahan yang rusak ringan dan sedang.
Pekerjaan di area tersebut dijadwalkan pada Januari hingga Februari 2026. Kementerian berkomitmen untuk memulihkan semua sawah yang terdampak bencana.
Pemerintah pusat juga mempercepat normalisasi sungai melalui pengerukan, karena aliran irigasi sangat kritis untuk produksi padi di daerah terdampak.
Kementerian Pertanian, bersama Kementerian Pekerjaan Umum, telah mengerahkan ekskavator sejak bencana untuk mengangkat endapan dari sungai. Mereka juga menyiapkan bantuan bibit, alat mesin pertanian, dan pupuk bagi petani di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Berita terkait: Lebih dari 80 universitas gabung upaya pemulihan bencana Sumatra: Menteri
Berita terkait: Indonesia mulai pemulihan sawah skala besar pasca banjir
Berita terkait: Kementerian ajak partisipasi universitas dalam upaya pemulihan Sumatra
Penerjemah: Muhammad Zulfikar, Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026