Ha Noi, Vietnam (ANTARA/PRNewswire) – Indeks Pemerintahan Baik Chandler (CGGI) 2025 memperlihatkan bahwa investasi berkelanjutan dalam kemampuan inti mendorong kemajuan tata kelola di seluruh Asia Pasifik, bahkan saat "persaingan tata kelola" global semakin intens. Temuan ini disorot kemarin dalam forum berbagi pengetahuan regional di Ha Noi, yang diadakan oleh Akademi Politik Nasional Ho Chi Minh (HCMA), Akademi Administrasi Publik dan Pemerintahan (APAG), dan Chandler Institute of Governance (CIG).
Alami Rilis Berita Interaktif Multichannel lengkap di sini: https://www.multivu.com/chandler-institute-of-governance/9372451-en-chandler-good-government-index-2025
Kini di tahun kelimanya, CGGI mengukur kemampuan dan hasil pemerintahan di 120 negara. Indeks ini menjadi patokan kinerja nasional di tujuh pilar: Kepemimpinan dan Visi Ke Depan, Hukum dan Kebijakan yang Kuat, Lembaga yang Kokoh, Pengelolaan Keuangan, Pasar yang Menarik, Pengaruh dan Reputasi Global, serta Membantu Masyarakat Maju.
Berbicara di forum tersebut, Dinesh Naidu, Direktur (Pengetahuan) di CIG, mencatat keragaman dan ketahanan kawasan. "Negara-negara yang terus maju adalah mereka yang berinvestasi dalam kemampuan jangka panjang – membangun lembaga yang kuat, memperkuat sistem regulasi, dan merencanakan masa depan. Asia menawarkan banyak contoh bagaimana pemerintah dapat membuat peningkatan yang stabil dan praktis bahkan di lingkungan global yang komplek."
Tonton Rekaman Forum: https://bit.ly/4pDMwcX
Unduh Presentasinya Di Sini
Vietnam: Peningkatan Signifikan di Asia
Vietnam telah muncul sebagai salah satu negara dengan peningkatan paling signifikan di kawasan sejak edisi perdana CGGI pada 2021. Posisinya naik 12 peringkat dalam lima tahun, dari peringkat 60 pada 2021 ke peringkat 48 di 2025. Vietnam memperkuat enam dari tujuh pilar CGGI, dengan kemajuan menonjol di pilar Kepemimpinan dan Visi Ke Depan (naik 31 peringkat) dan Pengelolaan Keuangan (naik 20 peringkat). Vietnam kini menduduki peringkat ke-30 global untuk Kepemimpinan dan Visi Ke Depan, didukung perbaikan dalam prioritas strategis dan visi jangka panjang.
Pencapaian ini mencerminkan momentum reformasi sektor publik di Vietnam, termasuk upaya menyederhanakan struktur administrasi dan memodernisasi penyelenggaraan layanan. Reformasi ini sejalan dengan tujuan negara menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2045.
Asia Pasifik: Trajektori Beragam dengan Performa Kuat
Asia Pasifik tetap menjadi salah satu wilayah tata kelola paling beragam dalam Indeks. Pada 2025, Singapura (1), Australia (12), Selandia Baru (13), Korea Selatan (17), dan Jepang (19) membentuk lima besar performer teratas di kawasan. Kinerja konsisten mereka di berbagai edisi menekankan nilai investasi kelembagaan jangka panjang. Singapura terus menunjukkan kekuatan di Kepemimpinan dan Visi Ke Depan, Lembaga yang Kokoh, dan Pasar yang Menarik. Selandia Baru tetap menjadi acuan global untuk tanggung jawab fiskal dan kepercayaan publik, sementara Jepang menjaga stabilitas melalui kualitas regulasi dan kemampuan data yang kuat.
Di antara ekonomi berkembang, Mongolia naik 12 peringkat, dari peringkat 88 pada 2021 ke 76 di 2025, dengan kemajuan di pilar Kepemimpinan dan Visi Ke Depan, Pengelolaan Keuangan, dan Pasar yang Menarik, didukung strategi Visi 2050 dan kemajuan layanan digital. Indonesia juga memperkuat sistem perencanaan nasional dan tata kelola regulasi, dengan peningkatan sejak 2021 dalam indikator terkait prioritas strategis, visi jangka panjang, dan efisiensi administratif.
Perkembangan ini mencerminkan tren global yang lebih luas: pemerintah yang berinvestasi dalam kemampuan melihat kemajuan nyata dibandingkan rekan-rekan mereka. Dinamika ini adalah bagian dari yang disebut Indeks sebagai "persaingan tata kelola", di mana kemajuan di satu negara menaikkan ekspektasi bagi yang lain. "CGGI menunjukkan bahwa pembangunan kemampuan itu penting. Saat negara-negara membaik lebih cepat, mereka menaikkan standar dan menetapkan patokan baru bagi yang lain. Berdiam diri bukan lagi pilihan," kata Naidu.
Alat Praktis bagi Pemerintah
Dirancang oleh praktisi untuk praktisi, CGGI menawarkan patokan dan wawasan praktis bagi pemerintah untuk mendukung pengembangan kemampuan jangka panjang. Negara-negara menggunakan Indeks ini untuk memahami kekuatan mereka, mengidentifikasi area perbaikan, dan belajar dari sesama negara di kawasan.
"Indeks ini dimaksudkan untuk mendukung pemerintah yang berkomitmen pada peningkatan jangka panjang," tambah Naidu. "Kami berharap diskusi hari ini berkontribusi pada Asia Pasifik yang lebih kuat, mampuh, dan siap menghadapi masa depan."
Chandler Institute of Governance (CIG) adalah organisasi nirlaba yang bekerja dengan pemerintah di seluruh dunia untuk membangun sektor publik yang kuat dan efisien. Kami fokus pada ‘bagaimana’ tata kelola yang kritis dalam kemitraan dengan pemerintah untuk memperkuat lembaga dan sistem, melengkapi pemimpin, dan berbagi pengetahuan. Kami tidak berafiliasi dengan pemerintah nasional atau partai politik mana pun, dan kami tidak mewakili kepentingan partisan atau komersial.
Sumber: Chandler Institute of Governance (CIG)
Editor: PR Wire
Hak Cipta © ANTARA 2026