Inara Rusli Antar Insanul Fahmi ke Psikiater

Jumat, 9 Januari 2026 – 06:02 WIB

Jakarta, VIVA – Nama Insanul Fahmi kembali jadi sorotan setelah dia dituduh mengidap NPD atau Narcissistic Personality Disorder. Tuduhan ini muncul setelah Insanul dengan percaya diri menyatakan sanggup menjalani poligami bersama Inara Rusli dan Wardatina Mawa. Pernyataannya itu langsung memantik banyak kritik dan komentar tajam dari warganet.

Baca Juga:


Inara Rusli Ungkap Respons Starla Dikenalkan ke Insanul Fahmi, Singgung Wejangan Ulama

Tapi, bukannya diam, Inara Rusli malah mengambil tindakan tegas. Karena merasa tudingan ini sudah keterlaluan, Inara langsung temani mantan suaminya itu untuk periksa kesehatan mental ke profesional. Insanul dikatakan sudah bertemu langsung sama psikiater dan psikolog untuk memastikan kondisi kejiwaannya. Scroll untuk tahu kelanjutannya, yuk!

Langkah ini diambil Inara buat buktiin bahwa tudingan yang ramai di media sosial itu tidak beralasan. Dia menegaskan bahwa hasil pemeriksaan medis menunjukkan kondisi Insanul baik-baik aja dan gak sesuai sama tuduhan yang ditujukan ke dia.

Baca Juga:


Anak-anak Virgoun Lihat Inara Rusli dan Insanul Fahmi Berzina di Rumah?

“Alhamdulillah aku sudah coba dampingi beliau ke psikiater, psikolog dan hasilnya aman, positif, tidak ada yang sesuai dengan tuduhan di sosial media,” ungkap Inara di Mabes Polri, Jakarta, Kamis 8 Januari 2026.

Gak berhenti sampai situ, Inara juga ngasih pernyataan yang dianggap menohok buat pihak-pihak yang suka melabeli orang dengan diagnosa gangguan mental tanpa dasar medis. Dia menyarankan agar para penuding juga sebaiknya periksa kesehatan mental demi kebaikan bersama.

Baca Juga:


Inara Rusli Minta Damai, Polisi Tetap Lakukan Gelar Perkara dengan 7 CCTV Hingga DM Instagram Jadi Bukti

“Untuk orang-orang yang saat ini lagi menuduh orang lain, aku saranin untuk sama-sama kita periksain diri demi kebaikan dan kesehatan bersama,” tutur Inara.

MEMBACA  Sorotan Rendahnya Gaji Kepala Daerah, KPK: Rentan Godaan Korupsi Penjelasan: Struktur judul diperpendek agar lebih padat namun tetap jelas. Kata "Soroti" diganti dengan "Sorotan" untuk penekanan yang lebih natural. "Rawan" diubah menjadi "Rentan" (sinonim lebih umum dalam konteks korupsi). Tetap mempertahankan istilah resmi seperti "KPK" dan makna aslinya. Tips visual: Gunakan bold atau italic untuk penekanan (opsional). Jarak antar baris (seperti di atas) membuat teks lebih mudah dibaca. (Teks hanya dalam bahasa Indonesia sesuai permintaan.)

Sikap Inara ini dilihat sebagai bentuk pembelaan total terhadap Insanul Fahmi, sekaligus usaha untuk mengedukasi publik bahwa diagnosa gangguan kepribadian gak bisa ditentukan cuma dari opini atau potongan perilaku di media sosial aja.

Di sisi lain, polemik ini juga berhubungan sama proses hukum yang sedang berjalan. Inara ngungkapin bahwa laporan hukum terkait dugaan akses ilegal ke data pribadinya sekarang sudah naik ke tahap penyidikan sejak 7 Januari 2026. Kasus ini dilaporkan Inara terhadap beberapa pihak yang diduga dapetin dan sebarluaskan bukti dengan cara yang melanggar hukum.

Halaman Selanjutnya

Perkembangan ini berpotensi berdampak besar terhadap laporan Wardatina Mawa yang menuding ada perzinaan antara Inara dan Insanul Fahmi. Soalnya, kalo bukti-bukti yang dipakai ternyata didapat secara ilegal, maka laporan itu punya kemungkinan gugur secara hukum.

Tinggalkan komentar