Kamis, 12 Maret 2026 – 11:20 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah akan mengalihkan sumber impor minyak dari Timur Tengah ke Amerika Serikat (AS).
Dia menjelaskan, pengalihan impor minyak dari Timur Tengah, yang selama ini memenuhi 25 persen kuota impor nasional, disebabkan karena penutupan Selat Hormuz akibat perang antara Iran dan AS-Israel.
Namun, Bahlil menjelaskan bahwa impor minyak dari AS akan memerlukan waktu yang lebih lama, karena jarak yang ditempuh membutuhkan waktu hingga 40 hari untuk sampai ke Indonesia.
"Kenapa harus Amerika? Karena mereka yang mempunyai volume minyak yang lebih," kata Bahlil dalam Podcast Abuleke Kementerian ESDM, dikutip Kamis, 12 Maret 2026.
Bahlil mengakui banyak pertanyaan yang ditujukan kepadanya mengenai jarak dan waktu tempuh yang lebih lama jika impor minyak dari AS.
Namun, dia memastikan bahwa pola pemesanan telah diatur sebelumnya untuk mengatasi kendala waktu tempuh tersebut. "Benar. Jaraknya itu benar, akan lebih lama. Tapi kita melakukan pesan secara jangka panjang di awal. Supaya metode penyaluran logistiknya bisa kita atur," ujar Bahlil.
Hal ini serupa dengan yang pernah dilakukan saat Indonesia mengalihkan impor LPG dari Timur Tengah ke AS.
"Jadi tidak perlu ada rasa cemas. Atas perintah Bapak Presiden Prabowo, pemerintah itu tidak tidur. Mencari akses terus, mencari jalan terus," ujarnya.