IDAI Mendukung Skrining Hepatitis, tetapi Mendorong Tindak Lanjut Pengobatan

Jakarta (ANTARA) – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan dukungannya terhadap rencana skrining hepatitis melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG), tetapi mengingatkan bahwa program ini harus diikuti dengan penanganan bagi pasien yang terdiagnosis.

Ketua IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, mengatakan skrining adalah langkah penting untuk mendeteksi kasus hepatitis secara dini, tetapi harus disertai dengan tindak lanjut medis yang tepat dan pemantauan pasien.

“Skrining itu bagus, tapi harus ada tindak lanjut. Jangan cuma jadi gimmick. Begitu anak ketahuan positif, pengobatannya harus jelas,” kata Yanuarso dalam puncak peringatan HUT ke-72 IDAI di Jakarta pada Minggu.

Ia menyatakan IDAI siap berkolaborasi untuk mendukung pelaksanan skrining dan tata laksana hepatitis pada anak.

“IDAI siap berkolaborasi untuk menindaklanjuti hasil skriningnya,” ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah mendorong program CKG untuk memperluas cakupan skrining hepatitis B dan C sesuai target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menurut Sadikin, pemerintah menargetkan program CKG menjangkau 136 juta orang pada 2026, meningkat dari 70 juta orang pada 2025. Upaya ini bertujuan untuk mempercepat deteksi berbagai penyakit, termasuk gangguan hati akibat hepatitis B dan C.

Sementara itu, selain mendukung skrining, Yanuarso menekankan pentingnya pencegahan awal hepatitis melalui imunisasi.

Ia menjelaskan bahwa hepatitis B dan hepatitis A adalah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi, sehingga cakupan imunisasi perlu terus ditingkatkan.

Pemberian vaksin hepatitis B setelah lahir merupakan langkah penting untuk mencegah infeksi yang dapat menyebabkan masalah kesehatan di kemudian hari, tambahnya.

IDAI percaya bahwa imunisasi untuk pencegahan dan skrining untuk deteksi dini harus berjalan beriringan guna mengurangi dampak hepatitis pada anak-anak Indonesia.

Pewarta: Farika, Kenzu
Editor: Azis Kurmal
© ANTARA 2026

MEMBACA  Universitas Indonesia Kaji Kolaborasi Akademik Strategis dengan Perguruan Tinggi Meksiko

Tinggalkan komentar