Jakarta (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) memperingatkan adanya risiko longsor lanjutan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Hal ini dikarenakan prakiraan cuaca memperlihatkan hujan lebat masih akan berlanjut di wilayah Jabodetabek.
“Prakiraan cuaca untuk dua hari ke depan menunjukkan potensi hujan deras di Jabodetabek, termasuk di lokasi kejadian,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, pada Senin.
Dia mengingatkan bahwa “hal ini meningkatkan risiko tanah longsor lebih lanjut karena kestabilan timbunan sampah di lokasi tersebut yang tidak stabil.”
Muhari menyebutkan tim BNPB di lapangan telah diperintahkan untuk menerapkan protokol keselamatan secara ketat guna mencegah korban jiwa lebih lanjut.
Longsor menerpa Zona IV Bantargebang pada Minggu sore, menewaskan lima orang serta mengubur beberapa truk sampah dan warung makan.
Empat orang berhasil diselamatkan, sementara lima korban masih dinyatakan hilang.
Operasi pencarian terus berlangsung dengan melibatkan 336 personel SAR gabungan, alat berat, dan anjing pelacak.
“Pada Senin sore, kami menemukan satu korban lagi dan langsung membawanya ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk identifikasi,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Desiana Kartika Bahari.
Korban meninggal yang telah teridentifikasi antara lain pemilik warung Enda Widayanti (25) dan Sumine (60), bersama Dedi Sutrisno dan Irwan Supriatin. Korban selamat adalah Budiman, Johan, Safifudin, dan Slamet. Adapun korban yang masih hilang adalah Riki, Hardianto, Ato, Dofir, dan satu orang yang belum dikenal identitasnya.
Berita terkait: Jakarta targetkan 1.000 ton sampah per hari di RDF Rorotan untuk kurangi timbunan di Bantargebang
Berita terkait: Longsor di TPA Bantargebang tewaskan 5 orang, 4 masih hilang
Penerjemah: M. Riezko Bima, Resinta Sulistiyandari
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026