httpsIgnore

Warga menyambut baik semakin banyaknya ruang publik, kegiatan komunitas, festival, dan berbagai acara yang digelar di Jakarta. Aktivitas ini dianggap tidak hanya menjadi tempat untuk berkumpul dan berekspresi, tetapi juga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat secara terus-menerus.

Di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, ruang publik di ibu kota semakin sering digunakan untuk kegiatan berbasis komunitas, budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, kuliner, hiburan, olahraga, dan acara strategis lainnya.

Seorang warga Jakarta Timur, Widya (29), mengatakan suasana Jakarta sekarang lebih kondusif dengan adanya ruang publik yang jadi pusat kegiatan anak muda. “Jakarta kondusif, anak-anak muda sekarang banyak beralih ke Blok M dan tempat lain yang memungkinkan mereka bersosialisasi atau mengadakan acara menarik,” kata Widya. Menurutnya, Blok M sudah berkembang jadi tempat favorit anak muda, terutama untuk menikmati makanan yang lagi tren.

Widya berharap pemerintah terus mengembangkan ruang publik tanpa menghilangkan budaya Betawi sebagai ciri khas Jakarta. “Semoga Jakarta makin maju, tapi jangan sampai kehilangan identitasnya, meskipun kota metropolitan, budaya dan tradisi tetap harus dijaga,” ujarnya.

Nasywa (22), warga Bekasi, juga melihat Jakarta semakin berkembang sebagai pusat ekonomi dan aktivitas warga. Hal ini karena makin banyak ruang publik dibangun dan berbagai acara, festival, serta kegiatan komunitas sering diadakan di berbagai tempat. Nasywa bilang hal ini membuat Jakarta lebih hidup karena masyarakat punya banyak pilihan untuk beraktivitas, berinteraksi, dan menikmati hiburan.

Menurut Nasywa, ruang publik tidak cuma untuk rekreasi, tetapi juga menjadi tempat anak muda mengekspresikan kreativiti, membuat konten digital, mengembangkan komunitas, hingga membuka peluang usaha untuk pelaku UMKM. Kehadiran berbagai kegiatan di ruang terbuka disebut bisa menambah jumlah pengunjung dan memberi dampak positif untuk ekonomi warga.

MEMBACA  Menteri merencanakan keterlibatan lebih besar lembaga pendidikan dalam DBON

Tinggalkan komentar